Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Stok BBM Aman, Harga Tak akan Naik hingga Lebaran

SELASA, 10 MARET 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. 

Di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang melampaui 100 Dolar AS per barel akibat tensi geopolitik global, fokus utama pemerintah adalah menjaga ketenangan masyarakat menghadapi hari raya Idulfitri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan ketegangan di kawasan penghasil minyak tidak mengganggu ketersediaan BBM di dalam negeri. Ia menekankan bahwa tantangan saat ini murni terletak pada fluktuasi harga global, bukan pada ketersediaan barang.


Problem kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, sudah tersedia semuanya. Kita sekarang menghadapi persoalan harga. Kami sedang melakukan exercise untuk menyiapkan langkah-langkah komprehensif. Tapi saya pastikan sampai hari raya insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi," ujar Bahlil di Jakarta, Senin 9 Maret 2026. 

Untuk menyiasati selisih jauh antara asumsi APBN (70 Dolar AS per barel) dengan harga pasar, pemerintah menjalankan beberapa langkah strategis, salah satunya adalah melakukan koordinasi lintas sektor.

Kementerian ESDM intens melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk menjaga stabilitas anggaran tanpa membebani masyarakat.

Kementerian ESDM juga melakukan pemetaan langkah-langkah efisiensi guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengendalikan beban subsidi. Kemudian mempertimbangkan percepatan pencampuran bahan bakar nabati sebagai solusi substitusi yang lebih murah dibandingkan minyak fosil.

"Kalau harga minyak fosil bisa melampaui 100 Dolar AS per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending. Untuk diesel dari B40 menuju B50. Atau kita bikin mandatori untuk bensin dan itu lebih bersih," tambah Bahlil.

Melalui skema biodiesel B50 dan campuran etanol E20, pemerintah optimistis dapat menjaga kemandirian energi sekaligus menekan biaya pengadaan bahan bakar di tengah ketidakpastian global.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya