Berita

Diskusi daring bertajuk “Ramadan Series: Global Human Rights Framework and the Protection of Muslim Women Against Religious Discrimination of Uyghur". (Foto: Istimewa)

Politik

Perlindungan HAM Perempuan Uighur Jadi Sorotan

SELASA, 10 MARET 2026 | 00:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Isu pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa komunitas Uighur kembali menjadi sorotan dalam diskusi daring bertajuk “Ramadan Series: Global Human Rights Framework and the Protection of Muslim Women Against Religious Discrimination of Uyghur". 

Diskusi ini diselenggarakan oleh OIC Youth Indonesia bekerja sama dengan Center for Uyghur Studies pada Minggu 8 Maret 2026.

Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita menekankan bahwa persoalan yang dihadapi komunitas Uighur, khususnya perempuan, tidak dapat dipandang semata sebagai isu politik atau keagamaan. Menurutnya, persoalan tersebut harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan hak asasi manusia global.


Astrid menjelaskan bahwa berbagai laporan internasional telah menyoroti sejumlah kebijakan yang berdampak terhadap kebebasan beragama serta hak-hak dasar perempuan Uyghur. 

Selain itu, sejumlah laporan juga menunjukkan adanya kebijakan yang memengaruhi aspek kehidupan keluarga dan hak reproduksi perempuan.

“Persoalan perempuan Uighur bukan sekadar isu kemanusiaan lokal, tetapi menyangkut prinsip universal dalam sistem hak asasi manusia internasional bahwa setiap manusia memiliki martabat dan hak yang setara,” kata Astrid, dikutip Selasa 10 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa isu Uighur perlu dipahami dalam kerangka yang lebih luas, termasuk melalui instrumen hukum internasional yang menjamin kebebasan beragama dan perlindungan hak-hak perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid turut menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dan komunitas akademik dalam menjaga perhatian publik terhadap isu-isu kemanusiaan global. 

Menurutnya, forum diskusi seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperluas pemahaman publik sekaligus mendorong dialog yang lebih konstruktif.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya