Berita

Ilustrasi

Publika

Sikap Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia di Tengah Gejolak Timur Tengah

SENIN, 09 MARET 2026 | 22:44 WIB

EVERYTHING Under Control atau semua terkendali oleh Presiden Prabowo Subianto terkait kenaikan harga Minyak Dunia hingga 110 Dolar Amerika Serikat dan melemahnya nilai tukar Rupiah 

Saya menghimbau rakyat jangan panik dan terprovokasi akan isu-isu menyesatkan yang dibangun oleh kelompok yang tidak menginginkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk berpihak pada mayoritas rakyat Indonesia pada kelas menengah dan kecil.

Banyak kelompok yang mencoba menggagalkan transformasi menuju swasembada pangan dan energi  Indonesia serta membangun generasi masa depan Indonesia dengan program makan bergizi gratis yang sedang dilakukan Presiden Prabowo. 


Selain itu ada kelompok koruptor yang ingin melakukan perlawanan balik dan membuat kekacauan  di masyarakat di saat Presiden Prabowo sedang bekerja dan mengendalikan dampak situasi global akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Kondisi ini yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia hingga menyentuh 113 Dolar per barel dan nilai kurs Rupiah yang melewati 17 ribu per Dolar. 

Menurut kami, keadaan ini semua dalam kontrol Presiden Prabowo dengan pengambilan kebijakan kebijakan yang hati hati dan disiplin serta mendahulukan kepentingan rakyat kecil.

Perlu kami jelaskan turunnya nilai kurs Rupiah terhadap Dolar merupakan phenomena biasa dalam pasar keuangan dunia yang berimbas pada ekonomi Indonesia di saat adanya konflik di Timur Tengah atau guncangan politik global.

Sebab  Konflik tersebut memicu skenario "penghindaran risiko", yang menyebabkan investor meninggalkan aset yang lebih berisiko dan bergegas mencari keamanan di mata uang Dolar. 

Kemudian Dengan harga minyak mentah Brent yang melebihi 100 Dolar AS per barel, dan terkadang mencapai 120 Dolar AS, Dolar AS telah menguat, karena harga energi yang lebih tinggi seringkali meningkatkan nilai mata uang Dolar AS.

Terlepas dari tren umum yang menunjukkan kenaikan, beberapa Kami mencatat bahwa status dolar sebagai "aset aman" patut dipertanyakan baru-baru ini, yang berpotensi menyebabkan penurunan sementara dari nilai kurs mata uang Dolar AS.

Kami jelaskan juga bahwa kenaikan nilai kurs Dolar AS justru akan menguntungkan produk-produk ekspor Indonesia dan membuat kita lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk-produk impor. 

Terkait aksi penolakan program MBG oleh kelompok kelompok masyarakat tertentu juga patut dicurigai sebagai kelompok yang tidak menginginkan generasi masa depan Indonesia menjadi generasi yang cerdas.

Selain itu kelompok-kelompok Anti MBG merupakan kelompok yang tidak menginginkan tumbuhnya  kesejahteraan di masyarakat pedesaan dan pinggiran Kota yang telah banyak menerima dampak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat. 

Terkait perjanjian dagang resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat merupakan perjanjian yang justru bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan Industri di Indonesia dan pembelian minyak dan LNG dari Amerika Serikat menjadi alternatif akibat tertutup jalur perdagangan Minyak dan LNG   yang selama ini dibeli dari kawasan konflik Timur Tengah.

Kami serukan pada seluruh pekerja dan buruh di pelabuhan Indonesia jangan terprovokasi dan terus bekerja membangun Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Muhammad Riyadh
Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya