Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Sadar Masih Ada Unsur Pimpinan yang Mengecewakan

SENIN, 09 MARET 2026 | 20:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyadari bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan masih terdapat unsur pimpinan yang belum menjalankan tanggung jawabnya secara optimal kepada bangsa dan negara. 

Pengakuan itu disampaikan saat meresmikan 218 jembatan di berbagai pelosok Indonesia secara virtual, Senin, 9 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa berbagai kendala yang masih dihadapi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kekurangan dalam tata kelola pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan kinerja aparatur negara.


“Saudara-saudara sekalian, kita menyadari bahwa bangsa ini masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para petugas,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa banyak pula aparatur yang bekerja dengan penuh dedikasi dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional. 

Namun di sisi lain, ia tidak menampik masih adanya pimpinan yang dinilai belum menunjukkan tanggung jawab yang semestinya.

“Di satu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, di lain pihak masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” lanjutnya.

Prabowo menilai pengakuan atas kekurangan tersebut penting sebagai bagian dari kejujuran dalam melihat realitas yang dihadapi bangsa. Dengan sikap terbuka, menurutnya, perbaikan kinerja pemerintahan dapat terus dilakukan.

“Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis,” tegasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya