Berita

Pengamat politik hukum dan keamanan Dewinta Pringgodani.(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Dewinta Pringgodani:

Prabowo Harus Percepat Mediasi Iran-AS-Israel

SENIN, 09 MARET 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rencana Presiden Prabowo Subianto  menengahi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memperoleh dukungan dari pengamat politik hukum dan keamanan Dewinta Pringgodani.

"Rencana Prabowo jadi mediator harus dipercepat agar konflik di Timur Tengah dampaknya tidak bertambah luas," kata Dewinta dalam keterangannya di Jakarta, Senin 9 Maret 2026.

Menurut Dewinta, sebaiknya Prabowo segera terbang ke Teheran, Iran, dan negara di Timur Tengah lainnya yang memiliki Pangkalan Militer AS, seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.


"Undang perwakilan AS dan Iran untuk bernegosiasi agar perang secepatnya dihentikan," kata Dewinta.

Dewinta mengaku optimis, Prabowo yang memiliki hubungan baik dengan AS dan negara-negara di Timur Tengah lainnya, bisa menjadi mediator yang mumpuni.

"Jangan sampai Rusia dan China ikut campur membantu Iran baru dilakukan mediasi. Nanti bakal makin runyam," kata Dewinta.

Dewinta melihat, sejauh ini Rusia dan China baru berperan sebatas di belakang layer membantu Iran yang digempur habis-habisan oleh Isrel-AS sejak 28 Februari 2026.

Di sisi lain, Dewinta melihat sebuah kewajaran apabila Iran melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, dengan merujuk pada hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.

Kawasan Timur Tengah kini berada dalam konfrontasi militer besar menyusul serangan terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

"Keterlibatan Indonesia sebagai mediator dapat menjadi titik balik bagi stabilitas kawasan," kata Dewinta.

Hingga kini, belum ada keputusan tegas dari dua kubu yang berkonflik, yakni Israel-Amerika Serikat dan Iran usai tawaran diberikan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya