Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Publika

Bandingkan Ketangguhan Iran dengan Israel-AS

SENIN, 09 MARET 2026 | 06:48 WIB

IRAN dipenuhi para ilmuwan yang taat beragama dan disiplin hidupnya, menjauhi korupsi dan kemaksiatan hidup lainnya. 

Mereka sudah mempersiapkan perang sangat lama, untuk menghadapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel serta negara-negara sekutu AS lainnya yang gemar menjajah. 

Jadi Iran itu sangat perkasa dan luas negaranya, 75 kali lipat dibanding luas Israel yang secuil namun sombong dan arogan.


Iran yang sangat luas itu juga dipenuhi gurun-gurun yang memudahkan negeri Persia itu membangun kota-kota rudal di bawah tanah, yang asyik dan aman untuk perang gerilya jarak dekat maupun jarak jauh.

Tentara Iran jiwanya banyak yang menyatu dengan Tuhan, ahli salawat dan dipandu oleh jenderal-jenderal dari kalangan ulama brilian, serta ahli membuat rudal dan berpengalaman perang selama bertahun-tahun.

Sebaliknya Israel yang negaranya kecil dan penduduknya cengeng, pengecut namun sombongnya setengah mati. 

Setiap dibalas serangannya oleh Iran, selalu meronta-ronta, memanggil AS dan Eropa untuk membantunya. 

Israel itu hanya berpengalaman melawan kelompok-kelompok kecil perlawanan (milisi), dan terbiasa hanya berhadap-hadapan dengan anak-anak kecil, ibu-ibu hamil serta para lansia miskin di Gaza.

Sama halnya dengan AS yang dipimpin oleh presiden kriminal, suka meniduri anak-anak kecil dan gemar mencampuri urusan dalam negeri negara lain. 

Donald Trump namanya, pengusaha yang dari kecil mungkin sudah terbiasa  berteman dengan para bajingan dunia. 

Orang seperti ini tidak akan memiliki perlindungan diri apa-apa, seperti Benjamin Netanyahu konconya yang sebenarnya terlibat korupsi di negerinya sendiri.

Menyerang Iran, itu sama halnya Donald Trump dan Benjamin Netanyahu mau menyodorkan rakyatnya atau tentaranya sendiri ke jurang neraka pembalasan Iran yang tak terkira. 

Mereka berdua lupa, sangat lupa, bahwa menyerang Iran secara ilegal dan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei itu sama halnya dengan membangunkan kesadaran revolusioner kaum muslimin sedunia. 

Trump dan Netanyahu selamanya tidak akan bisa tidur nyenyak, dihantui serangan mendadak dari para pecinta Ali Khamenei dan pendukung kemerdekaan Palestina dari berbagai penjuru arah mata angin.

Saiful Huda Ems
Analis Politik

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya