Berita

Anggota DPR RI H. Zulfikar Suhardi dalam penutupan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Gedung MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

Politik

Tak Hanya Guru, DPR RI Punya Peran Mencerdaskan Bangsa

MINGGU, 08 MARET 2026 | 17:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa tidak semata berada di tangan guru dan pendidik, tetapi juga menjadi bagian dari peran anggota DPR RI dalam mendukung perkembangan anak-anak dan generasi muda Indonesia.

Hal ini diungkap Anggota DPR RI H. Zulfikar Suhardi dalam penutupan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Gedung MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurut Zulfikar, meski dirinya ditugaskan fraksi di Komisi IV, tanggung jawab mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa tidak boleh lepas. 


“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta mencerdaskan anak-anak Indonesia khususnya di Sulawesi Barat. Karena itu, saya ikut terlibat dalam melatih guru-guru untuk belajar bagaimana mengajarkan matematika kepada anak didiknya di sekolah,” tegas Zulfikar. 

Menurut Zulfikar, kemampuan matematika ini sangat penting dikuasai oleh anak didik.  

“Kemamouan matematika ini sangat berguna untuk membekali siswa kemampuan bernalar dengan baik,” ujarnya. 

Guru pun harus mengajarkan matematika dengan pendekatan dan strategi yang tepat agar anak didik dapat menerima konsep dan prinsip belajar matematika dengan lebih mudah. Proses inilah yang diajarkan oleh Gernas Tastaka.  

“Saya berjanji, pelatihan Gernas Tastaka ini tidak akan berhenti di Mamuju. Bersama IGI dan Gernas Tastaka, saya berharap pelatihan matematika ini juga diselenggarakan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat,” imbuhnya. 

Sementara itu, Master Trainer Gernas Tastaka Dhitta Puti Sarasvati merasa bersyukur dan kagum pada karakter dan kemampuan  guru-guru di Mamuju. 

“Guru di sini sangat antusias dan termotivasi belajar matematika. Tidak menganggap remeh pelatihan meskipun para peserta ada yang berlatar belakang guru SMA, widyaiswara bahkan ada yang bergelar doktor. Semua ikut belajar.  Para peserta mampu memahami bagaimana belajar matematika ini dengan baik,” ujar Dhitta. 

Beberapa refleksi guru tentang pelatihan juga sangat personal. Artinya para peserta sangat memahami dan menghayati bagaimana proses belajar matematika ini. 
“Peserta tidak hanya memahami penjelasan narasumber tetapi mampu menghayati materi pelatihan dengan sangat baik sehingga refleksinya sangat personal. Setiap peserta memiliki refleksi belajar yang berbeda. Ini bagus sekali,” tambahnya. 

Menurut Dhitta, belajar matematika sangat penting bagi masa depan siswa dan bangsa Indonesia. Dengan matematika, siswa dibekali berbagai kemampuan berpikir kritis dan bernalar dengan baik. Siswa mampu memecahkan masalah dalam matematika sehingga diharapkan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kompetensi matematika sangat penting dikuasai siswa Indonesia. Di antaranya pemahaman konsep matematis, berpikir kritis, komunikasi matematis, koneksi matematika yaitu menghubungkan matematika dengan ilmu lain dan dengan kehidupan,” kata Dhitta 

Kompetensi matematika juga mengajarkan kemampuan representasi matematika, yaitu menyajikan konsep dan ide matematika dalam berbagai bentuk seperti tabel, diagram dan banyak lagi. Kemampuan siswa dalam bernalar matematis juga sangat penting dikuasai di era globalisasi saat ini. 
“semua kemampuan ini dapat dipelajari ketika siswa belajar  matematika dengan baik. Tanpa pengajaran matematika yang baik, belajar matematika seperti tidak ada matematika di dalam kelas,” ujar Dhitta. 

Selanjutnya Ketua IGI Sulbar Sutikno mengaku sangat puas dengan pembelajaran intensif selama enam hari ini. 

“Master trainer Gernas Tastaka datang secara langsung. Ini menunjukkan guru Mamuju  dianggap sangat penting. Saya berharap pelatihan ini akan ditukarkan kepada guru-guru yang lain,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya