Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Mercy Chriesty Barends. (Foto: Dok. Pribadi)

Global

Mercy Barends Kutuk Serangan Kapal Sipil di Selat Hormuz, Tiga WNI Masih Hilang

MINGGU, 08 MARET 2026 | 16:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Mercy Chriesty Barends mengutuk keras insiden ledakan dan tenggelamnya kapal tugboat Musaffah 2 di perairan Selat Hormuz yang menyebabkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hilang.

Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kapal berbendera Uni Emirat Arab tersebut mengalami ledakan dan kebakaran sebelum akhirnya tenggelam di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman pada 6 Maret 2026.

Dari empat awak kapal berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di kapal tersebut, satu orang dilaporkan selamat namun mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan. Sementara tiga WNI lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.


“Saya mengutuk keras setiap tindakan kekerasan terhadap kapal sipil di Selat Hormuz yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan mengancam keselamatan para pelaut, termasuk tiga WNI yang hingga kini masih hilang," kata Mercy dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Maret 2026.

Ketua DPP PDIP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ini menilai serangan terhadap kapal sipil merupakan pelanggaran serius pada prinsip kemanusiaan dan hukum laut internasional.

Menurut Mercy, insiden tersebut tidak dapat dilepaskan dari eskalasi konflik militer yang meningkat di kawasan Teluk Persia, terutama ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi meningkatkan risiko keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Ia menegaskan konflik geopolitik tidak boleh menjadikan pekerja sipil di sektor maritim sebagai korban.

“Para pelaut adalah pekerja sipil yang dilindungi oleh hukum internasional. Keselamatan mereka adalah bagian dari perlindungan hak asasi manusia. Tidak boleh ada pihak mana pun yang menjadikan jalur pelayaran internasional sebagai arena konflik yang mengorbankan pekerja maritim,” ujarnya.

Mercy juga mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di kawasan tersebut untuk segera menghentikan segala bentuk serangan yang berpotensi mengganggu keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Ia mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan jalur laut strategis yang melayani sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sehingga harus dijaga keamanannya demi kelancaran perdagangan global.

“Kawasan ini adalah jalur laut internasional yang sangat strategis, sehingga harus dijaga sebagai wilayah yang aman bagi aktivitas perdagangan global dan keselamatan para pelaut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mercy menilai keamanan di Selat Hormuz bukan hanya kepentingan satu negara, melainkan tanggung jawab komunitas internasional.

“Jaminan keselamatan di Selat Hormuz bukan hanya untuk warga negara Indonesia, tetapi untuk setiap pelaut dan pekerja maritim dari seluruh dunia yang bekerja di jalur perdagangan global,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya