Berita

PM Inggris Keir Starmer (Foto: CNA)

Dunia

AS Mulai Gunakan Pangkalan Inggris untuk Operasi Defensif Lawan Iran

MINGGU, 08 MARET 2026 | 14:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat dilaporkan telah menggunakan pangkalan militer Inggris untuk mendukung operasi menghadapi Iran di tengah perang yang memanas di Timur Tengah. 

Dalam unggahan di media sosial, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan fasilitas militer tersebut dipakai untuk operasi terbatas guna melindungi kawasan dari serangan Iran.

"Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan militer Inggris untuk mendukung serangan udaranya terhadap Iran," ungkap laporan tersebut, seperti dikutip dari BBC, Minggu, 8 Maret 2026.


Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya sempat membuat geram Presiden AS Donald Trump karena menolak terlibat langsung dala aksi pengeboman gabungan yang diluncurkan Israel dan Washington terhadap Iran sejak 28 Februari. 

Operasi militer itu bertujuan melumpuhkan kemampuan nuklir dan rudal Iran serta membuka jalan bagi perubahan rezim di Teheran.

Meski awalnya menolak, Starmer akhirnya menyetujui permintaan Washington untuk menggunakan dua pangkalan militer Inggris, yakni RAF Fairford dan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia di Samudra Hindia, untuk tujuan yang disebut sebagai operasi defensif terbatas. 

Seorang fotografer AFP bahkan melihat pesawat pengebom B-1 Lancer milik Angkatan Udara AS mendarat di Fairford pada Sabtu.

Trump sendiri secara terbuka mengejek sikap Starmer melalui media sosialnya. Ia bahkan membandingkan pemimpin Inggris itu dengan pemimpin Inggris masa Perang Dunia II. 

“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi. Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer, kita tidak membutuhkan mereka lagi. Tapi kita akan mengingatnya. Kita tidak membutuhkan orang-orang yang bergabung dalam perang setelah kita menang," kata Trump.

Di tengah polemik tersebut, Inggris dikabarkan mempertimbangkan pengerahan kapal induk HMS Prince of Wales ke kawasan Mediterania. 

Kapal induk Inggris lainnya, HMS Queen Elizabeth, saat ini masih berada di Skotlandia untuk perbaikan.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Wali Kota Agustina Instruksikan Perbaikan Jalan Rusak Akibat Tonase Berlebih

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:08

Dua Pelaku Curanmor Modus Mengaku Paranormal Ditangkap

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:39

Daftar Tanggal Merah Juni 2026 Lengkap, Catat Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:14

Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH BPNT Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:14

Anies-Mahfud MD, Pasangan Terbaik Pilpres 2029

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53

Fenomena Langka Blue Moon Muncul 31 Mei 2026, Catat Jamnya di Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:27

MBG Pasti Meroket jika Tanpa Copet

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25

Warga Kayumanis Bogor Semringah Terima Sapi Bantuan Presiden

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:19

11 Orang Terjaring Operasi Cipkon di Jakpus

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:05

5 Cara Menyimpan Daging Kurban di Chiller dan Freezer agar Awet Berbulan-bulan

Kamis, 28 Mei 2026 | 17:47

Selengkapnya