Berita

Peserta didik menikmati MBG. (Foto: BGN)

Politik

Opsi Pangkas Anggaran MBG Masuk Akal bila Harga Minyak Dunia Terus Naik

MINGGU, 08 MARET 2026 | 10:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gagasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka opsi melakukan pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menunda sebagian belanja infrastruktur yang bersifat multiyears apabila lonjakan harga minyak mentah dunia memicu pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 melewati batas aman 3 persen patut didukung.

“Defisit APBN kita memang sudah semakin mengkhawatirkan. Defisit APBN 2025 sebesar 2,96% saja merupakan yang tertinggi pascareformasi, dengan mengecualikan masa pandemi,” ujar Anggota DPR RI Anis Byarwati lewat keterangan resminya, Minggu, 8 Maret 2026.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini juga memberikan analisis bahwa naiknya defisit anggaran bukan hanya dari potensi lonjakan harga minyak mentah imbas konflik Iran-Israel-Amerika saja.


“Tetapi dari asumsi pertumbuhan penerimaan perpajakan APBN 2026 yang dipatok terlampau tinggi sebesar 21,5%. Angka ini lebih tinggi dari asumsi tingkat pertumbuhan natural sekitar 7,5%. Maka ada potensi pendapatan negara akan sulit mencapai target dan defisit APBN 2026 berpotensi melebihi 3%, karena target penerimaan pajak meleset,” katanya.

Anis menyebut opsi pemangkasan program MBG cukup masuk akal karena besarnya ukuran anggaran program tersebut mencapai Rp335 triliun. Selain itu, Fitch Ratings juga menyoroti program MBG karena dinilai berpotensi menekan belanja negara dan memperlebar defisit fiskal.

“Apalagi dengan hasil simulasi risiko (stress test) yang dilakukan pemerintah terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak dunia menyentuh US$92 per barel rata-rata per tahun akibat eskalasi konflik,” ungkapnya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini mengingatkan bahwa kemungkinan melebarnya defisit, baik dari sisi internal maupun eksternal, perlu diantisipasi oleh pemerintah.

“Sebelumnya Moody’s Investor Service menyoroti risiko fiskal dan defisit APBN, serupa dengan Fitch Ratings yang menyebut defisit anggaran diproyeksikan sekitar 2,9% pada tahun 2026, di atas target APBN 2,69%,” katanya.

Legislator PKS ini mengungkapkan bahwa opsi kebijakan apa pun yang diambil oleh pemerintah harus memiliki dampak paling minimum.

“Menaikkan administered price atau harga yang diatur pemerintah, seperti BBM, LPG, atau listrik, akan semakin menekan dan menurunkan daya beli masyarakat yang belum pulih. Sehingga pilihan memangkas atau melakukan penyesuaian program diyakini lebih rasional, seperti memangkas anggaran program MBG dan menunda sebagian belanja infrastruktur yang bersifat multiyears,” tandasnya.




Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya