Berita

Anggota DPR H. Zulfikar Suhardi. (Foto: Metrotvnews.com)

Politik

Fraksi Demokrat:

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Tangan Cerdaskan Generasi Bangsa

MINGGU, 08 MARET 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tak hanya guru dan pendidik, Anggota DPR juga punya tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama anak-anak dan generasi muda Indonesia. 

Penegasan ini disampaikan oleh Anggota DPR H. Zulfikar Suhardi dalam penutupan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Gedung MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (7 Maret 2026). 

Menurut Zulfikar, meski dirinya ditugaskan fraksi di Komisi IV, tanggung jawab mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa tidak boleh lepas. 


“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta mencerdaskan anak-anak Indonesia khususnya di Sulawesi Barat. Karena itu, saya ikut terlibat dalam melatih guru-guru untuk belajar bagaimana mengajarkan matematika kepada anak didiknya di sekolah,” tegas Zulfikar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 7 Maret 2026. 

Lanjut dia, kemampuan matematika ini sangat penting dikuasai oleh anak didik.   

“Kemampuan matematika ini sangat berguna untuk membekali siswa kemampuan bernalar dengan baik,” ungkapnya. 

Ketika guru belajar bagaimana mengajarkan matematika dengan pendekatan dan strategi yang tepat, anak didik dapat menerima konsep dan prinsip belajar matematika dengan lebih mudah. Proses inilah yang diajarkan oleh Gernas Tastaka.  

“Saya berjanji, pelatihan Gernas Tastaka ini tidak akan berhenti di Mamuju. Bersama IGI dan Gernas Tastaka, saya berharap pelatihan matematika ini juga diselenggarakan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat,” imbuh politikus Demokrat tersebut. 

Sementara itu, Master Trainer Gernas Tastaka Dhitta Puti Sarasvati merasa bersyukur dan kagum pada karakter dan kemampuan  guru-guru di Mamuju. 

“Guru di sini sangat antusias dan termotivasi belajar matematika. Tidak menganggap remeh pelatihan meskipun para peserta ada yang berlatar belakang guru SMA, widyaiswara bahkan ada yang bergelar doktor. Semua ikut belajar. Para peserta mampu memahami bagaimana belajar matematika ini dengan baik,” ujar Dhitta. 

Beberapa refleksi guru tentang pelatihan  juga sangat personal. Artinya para peserta sangat memahami dan menghayati bagaimana proses belajar matematika ini. 

“Peserta tidak hanya memahami penjelasan narasumber tetapi mampu menghayati materi pelatihan dengan sangat baik sehingga refleksinya sangat personal. Setiap peserta memiliki refleksi belajar yang berbeda. Ini bagus sekali,” tambahnya. 

Menurut Dhitta, belajar matematika sangat penting bagi masa depan siswa dan bangsa Indonesia. Dengan matematika, siswa dibekali berbagai kemampuan berpikir kritis dan bernalar dengan baik. Siswa mampu memecahkan masalah dalam matematika sehingga diharapkan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kompetensi matematika sangat penting dikuasai siswa Indonesia. Di antaranya pemahaman konsep matematis, berpikir kritis, komunikasi matematis, koneksi matematika yaitu menghubungkan matematika dengan ilmu lain dan dengan kehidupan,” jelasnya. 

Kompetensi matematika juga mengajarkan kemampuan representasi matematika, yaitu menyajikan konsep dan ide matematika dalam berbagai bentuk seperti tabel, diagram dan banyak lagi. Kemampuan siswa dalam bernalar matematis juga sangat penting dikuasai di era globalisasi saat ini. 

“Semua kemampuan ini dapat dipelajari ketika siswa belajar  matematika dengan baik. Tanpa pengajaran matematika yang baik, belajar matematika seperti tidak ada matematika di dalam kelas,” jelasnya lagi.

Ketua IGI Sulbar Sutikno mengaku sangat puas dengan pembelajaran intensif selama 6 hari ini. 

“Master trainer Gernas Tastaka datang secara langsung. Ini menunjukkan guru Mamuju  dianggap sangat penting. Saya berharap pelatihan ini akan ditukarkan kepada guru-guru yang lain,” pungkasnya.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya