Berita

Konpers peringatan Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Nusantara

AI dan Teknologi Lokal jadi Kunci Kedaulatan Digital Indonesia

MINGGU, 08 MARET 2026 | 00:12 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Para pakar teknologi dan pendidikan menilai kemandirian teknologi digital menjadi syarat penting bagi kedaulatan Indonesia di era persaingan global. 

Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.

Asisten Khusus Cybersecurity Menteri Pertahanan, Sylvia W. Sumarlin, mengatakan dunia digital saat ini telah menghapus batas antarnegara sehingga Indonesia harus mampu bersaing.


“Yang kami mau sampaikan adalah saat ini adalah era di mana dunia digital benar-benar tidak mengenal border. Dalam hal ini Indonesia pun tidak mau ketinggalan,” ujar Sylvia.

Menurut dia, generasi muda harus didorong untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, bukan sekadar untuk hiburan.

“Kita harus menciptakan generasi muda yang bukan hanya paham menggunakan AI untuk media sosial atau entertainment, tapi juga menciptakan aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai oleh kita sendiri,” katanya.

Selain itu, Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan, Prof. Onno Widodo Purbo, menyoroti besarnya uang Indonesia yang keluar hanya untuk membeli perangkat teknologi.

“Kalau kita lihat angka, bangsa Indonesia beli HP sekitar 25 sampai 30 triliun per tahun. Jadi penjajahan hari ini adalah bagaimana caranya bangsa Indonesia hidup tapi duitnya lari keluar,” ujar Onno.

Ia menegaskan ketergantungan tersebut hanya bisa dihentikan jika Indonesia mampu memproduksi teknologinya sendiri.

“Kalau kita tidak bisa membuat itu semua sendiri, maka kondisi ini akan terus terjadi,” jelasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Pradita, Prof. Eko Indrajit, menegaskan kedaulatan teknologi hanya bisa tercapai jika negara memiliki kemauan dan kemampuan sekaligus.

“Sebuah negara itu bisa berdaulat hanya dengan dua syarat, punya kemauan dan punya kemampuan. Mau tapi tidak mampu tidak bisa menciptakan produk. Mampu tapi tidak mau, produknya juga tidak akan kemana-mana,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan kedaulatan digital harus berjalan dari dua arah sekaligus, yakni dari pemerintah dan masyarakat.

“Yang cepat adalah dua-duanya jalan. Top-down jalan, bottom-up jalan. Kalau salah satu saja, tidak akan jadi apa-apa,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya