Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

SABTU, 07 MARET 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa menutup pekan ini dengan rapor merah yang cukup dalam pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026 waktu setempat. Meluasnya konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru terkait krisis energi, yang diprediksi bakal menghambat pemulihan ekonomi di wilayah Benua Biru.

Indeks saham utama di Eropa mencatatkan penurunan mingguan yang cukup tajam. STOXX 50 Zona Euro merosot 1,3 persen ke level 5.707, sementara indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 1,2 persen ke posisi 598. 

Secara akumulatif, kedua indeks ini telah anjlok masing-masing 7,2 dan 5,7 persen hanya dalam waktu satu minggu.


Kenaikan harga gas alam dan minyak mentah akibat ketegangan global membuat investor khawatir Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Tekanan ini sangat terasa di sektor perbankan dan teknologi:

Saham Deutsche Bank anjlok 3,5 persen dan Intesa Sanpaolo turun 2,5 persen karena beban biaya kredit yang diprediksi bakal membengkak. 

Saham perusahaan raksasa seperti ASML merosot 3,3 pesen, sementara Infineon terjun bebas hingga 7 persen.

Pabrikan Jerman seperti Volkswagen dan BMW harus rela sahamnya terkoreksi lebih dari 3 persen akibat kenaikan biaya logistik dan harga bahan baku logam.

Di Paris, Indeks CAC 40 sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan di pagi hari, namun akhirnya menyerah dan ditutup turun 0,7 persen di level 7.994. Meski raksasa barang mewah seperti LVMH dan Kering awalnya optimis, sentimen pasar berubah drastis karena kekhawatiran bahwa konflik antara AS-Israel dengan Iran akan membuat konsumen dunia menahan belanja mereka.

Kondisi ini diperparah dengan data inflasi zona euro yang merangkak naik ke angka 1,9 persen pada Februari. Pasar mulai bertaruh bahwa ada peluang sebesar 63 persen bagi ECB untuk menaikkan suku bunga di akhir tahun nanti.

Meskipun mayoritas saham berguguran, ada beberapa sektor yang justru memetik keuntungan dari situasi ini. 

Di industri pertahanan, saham Thales melonjak 2,1 persen menyusul laporan pendapatan yang melampaui ekspektasi di tengah meningkatnya permintaan alat pertahanan. Sementara di sector energi,  saham TotalEnergies naik 1,8 persen seiring dengan meroketnya harga minyak mentah Brent yang kini bertengger di kisaran 90 Dolar AS per barel.

Penurunan pekan ini menjadi yang terburuk bagi bursa saham Paris sejak April tahun lalu, menandakan betapa sensitifnya ekonomi Eropa terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya