Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Purbaya Yudhi Sadewa)

Politik

Purbaya Heran Fitch Pangkas Outlook Utang RI Saat Negara Lain Defisit Lebih Tinggi

JUMAT, 06 MARET 2026 | 21:05 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal keputusan Fitch Ratings yang memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Bendahara negara itu mempertanyakan keputusan lembaga pemeringkat internasional itu tentang indikator penilaian kondisi ekonomi Indonesia.

"Jadi kalau saya ngitung-ngitung, sepertinya memang mereka ini sudah dengan konsep di kepala bahwa memang ada kelemahan struktural di anggaran kita. Nggak tahu lihat yang dari mana," kata Purbaya kepada wartawan dalam acara Buka Bersama pada Jumat, 6 Maret 2026. 


Menurut Purbaya, berbagai indikator makro ekonomi Indonesia justru masih berada pada kondisi yang relatif aman.

Purbaya mengatakan, jika dilihat dari berbagai rasio utama seperti utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) maupun defisit terhadap PDB, posisi Indonesia masih terjaga dengan baik.

“Kalau kita lihat dari rasio utang ke PDB kita aman. Kita lihat dari defisit ke PDB, kita aman. Pertumbuhan kita juga aman bahkan kita tertinggi di G20, tumbuhnya 5,11 persen tahun lalu,” ujar Purbaya.

Menurutnya, beberapa negara di kawasan justru memiliki pertumbuhan yang lebih rendah dengan tingkat defisit yang lebih tinggi. Purbaya mencontohkan Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang defisitnya berada di atas 4 persen.

Namun demikian, Indonesia justru menjadi sorotan lembaga pemeringkat tersebut. Ia menduga kondisi tersebut bisa jadi dipengaruhi faktor persepsi terhadap pemerintahan yang relatif baru.

"Kenapa yang diincar Indonesia? Mungkin ini masih pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru jadi mereka sangka jangan-jangan Menteri Keuangan ga bisa ngitung," katanya.

Ia menilai langkah pemerintah dalam mengendalikan tekanan ekonomi pada 2025 merupakan pencapaian yang cukup baik. Menurutnya, stabilisasi ekonomi dilakukan tanpa melampaui batas fiskal yang telah ditetapkan.

“Kalau kita lihat cara Pemerintah Indonesia mengendalikan kegaduhan ekonomi tahun 2025 kemarin sebetulnya luar biasa, tanpa menembus batas fiskal kita bisa membalik ekonomi yang tumbuhnya tertinggi, bahkan mengalahkan China,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kekhawatiran dari lembaga pemeringkat terkait sejumlah aspek, salah satunya potensi risiko pada penerimaan negara dari sektor pajak dan bea cukai.

Purbaya memastikan pemerintah akan memperbaiki kinerja penerimaan negara, termasuk dengan melakukan pembenahan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Tapi kewajiban kita adalah memastikan bahwa apa yang dikhawatirkan mereka tidak terjadi dan ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat lagi,” tegasnya.

Ia pun optimis pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini dapat mencapai kisaran 5,5 hingga 6 persen.

“Paling tidak memberi impresi awal bahwa pertumbuhan di sini berkesinambungan dan tidak membahayakan fiskal. Kami akan atur betul supaya itu terjadi,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya