Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Dunia

Trump Ketahuan Bohong 30 Ribu Kali Selama Empat Tahun Berkuasa

JUMAT, 06 MARET 2026 | 11:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rekam jejak komunikasi publik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah berbagai klaim kontrovesialnya mengenai eskalasi militer di Timur Tengah.

Catatan lama dari masa jabatan pertamanya menunjukkan pola pernyataan yang kerap dipenuhi klaim tidak akurat dan menyesatkan.

Analisis yang dilakukan oleh The Washington Post pada tahun 2021 lalu menemukan bahwa Trump membuat 30.573 klaim palsu atau menyesatkan selama empat tahun masa kepresidenannya yang pertama. 


Jumlah itu dihitung sejak hari pertama ia dilantik pada 20 Januari 2017 hingga hari terakhir masa jabatannya pada 20 Januari 2021, dengan rata-rata 20,94 klaim tidak akurat per hari.

Salah satu klaim yang paling sering diulang Trump adalah pernyataan bahwa pemerintahannya berhasil membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia. 

Berdasarkan catatan analisis tersebut, frasa itu diucapkan setidaknya 493 kali dalam berbagai pidato, wawancara, maupun unggahan di media sosial.

Klaim lain yang juga berulang adalah soal kebijakan pemotongan pajak yang disebutnya sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. 

Trump bahkan kembali mengulang pernyataan tersebut dalam pidato perpisahannya menjelang berakhirnya masa jabatan.

"Kami juga melakukan pemotongan pajak, pemotongan pajak terbesar dan reformasi dalam sejarah negara kami, sejauh ini,” kata Trump saat berpidato di Joint Base Andrews beberapa jam sebelum pelantikan Joe Biden, seperti dikutip Jumat, 5 Februari 2026.

Namun laporan yang dikutip oleh The Independent menunjukkan bahwa pemotongan pajak pada era Trump hanya sekitar 0,9 persen, atau sekitar 2 persen lebih kecil dibandingkan kebijakan pemotongan pajak pada era Presiden Ronald Reagan pada 1980-an. 

Trump juga berulang kali mengklaim pemerintahannya berhasil menjaga jumlah lapangan pekerjaan, padahal tingkat pengangguran sempat melonjak tajam hingga menyentuh sekitar 14 persen pada April 2020, tertinggi sejak masa Great Depression.

Lonjakan klaim menyesatkan itu bahkan mencapai puncaknya menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat 2020. Oktober 2020 tercatat sebagai bulan dengan jumlah pernyataan tidak akurat terbanyak, yakni 3.917 klaim, disusul September dengan 2.239 klaim. 

Untuk hitungan harian, rekor tertinggi terjadi pada 2 November 2020 atau sehari sebelum pemilu, ketika Trump membuat 503 komentar yang dinilai salah atau menyesatkan, mempertegas reputasinya sebagai salah satu presiden dengan catatan klaim kontroversial paling panjang dalam sejarah politik modern Amerika.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya