Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa). (Foto: Dok Pribadi)

Politik

Darurat Komunikasi Pemerintah Bikin Strategi Prabowo Disalahpahami

JUMAT, 06 MARET 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Indonesia dinilai sedang berada dalam fase darurat komunikasi publik. Kondisi ini, membuat berbagai kebijakan dan pesan strategis dari pemerintah sulit dipahami masyarakat luas.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menjelaskan, darurat komunikasi tersebut tercermin dari banyaknya salah tafsir publik terhadap pernyataan pemerintah. 

Contohnya, pernyataan stok BBM hanya bertahan 20 hari yang tidak dijelaskan lebih lanjut. Padahal, menurutnya, ada perjanjian dengan Amerika Serikat yang disebut bisa memenuhi 80 persen kebutuhan BBM nasional.


“Gara-gara darurat komunikasi ini, pesan-pesan dan strategi politik Pak Prabowo tidak tersampaikan dengan baik sehingga rakyat banyak salah paham,” kata Hensa kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026.

Hensa menilai Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan strategi yang disebut oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu sebagai “politik berselancar”. Strategi ini, sengaja membiarkan ruang kritik dan hujatan demi mencapai tujuan yang lebih besar.

“Saya memahami bahwa politik Pak Prabowo yang berselancar itu membiarkan dirinya dihujat oleh sebagian masyarakat, tapi demi menyelamatkan bangsanya, lebih menyelamatkan rakyatnya,” ujar Hensa.

Dia melihat adanya kesenjangan pemahaman antara masyarakat dengan maksud sebenarnya dari strategi tersebut. Ia melihat, apa yang tampak sebagai kelemahan, justru merupakan bagian dari pendekatan politik yang sedang dijalankan Prabowo.

Masyarakat, kata Hensa, sebaiknya menunggu penjelasan resmi dari pemerintah sebelum menarik kesimpulan lebih jauh.

“Dasco menyampaikan, politik berselancar ini ditengarai bisa memenuhi kebutuhan BBM kita sampai puluhan persen, karena perjanjian dengan Amerika Serikat. Ada 1.080 komoditi yang 0 persen,” kata Hensa.

“Maka dari itu rakyat harus melihat, bila memang politik berselancar ini berjalan, maka ini mungkin adalah strategi yang terbaik menurut Prabowo yang bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia, menyelamatkan Indonesia sekaligus, apa lagi saat zaman perang seperti saat ini,” jelasnya.

Namun, ironisnya, strategi yang disebut bisa menyelamatkan ekonomi itu justru terhalang oleh komunikasi pemerintah yang sedang darurat. Akibatnya, niat baik dan manfaat jangka panjang sulit dipahami publik.

Pemerintah dinilai perlu segera memberikan penjelasan yang lebih terbuka dan komprehensif mengenai apa yang dimaksud Dasco dengan politik berselancar Prabowo.

“Sebaiknya kita tunggu penjelasan dari pemerintah tentang politik berselancar Pak Prabowo ini sehingga tidak ada kesalahpahaman dan semuanya bersatu juga guyub demi Indonesia yang lebih baik,” pungkas Hensa.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya