Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan dengan para tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam, 3 Februari 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Pertemuan Prabowo dengan Mantan Presiden Bangun Citra Guyub

KAMIS, 05 MARET 2026 | 13:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden, wakil presiden, serta sejumlah tokoh nasional dalam momentum Ramadan dinilai menjadi forum penting konsolidasi elite nasional.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, melihat pertemuan tersebut memiliki makna positif sebagai ruang silaturahmi sekaligus forum pertukaran pandangan antar tokoh bangsa.

“Pertemuan Prabowo dengan mantan petinggi terdahulu itu bagus banget. Antara mantan presiden dan wakil presiden. Terus ada mantan menteri luar negeri dan ketua umum parpol,” kata Hensat, sapaan karibnya, lewat kanal Youtube, Kamis, 5 Maret 2026.


Analis komunikasi politik itu menyebut, forum tersebut mampu menghadirkan citra kebersamaan di antara para elite nasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Itu citra guyubnya dapat, citra untuk saling mengupdatenya,” ujarnya.

Namun demikian, Hensat mengingatkan bahwa komunikasi di level elite juga harus diimbangi dengan penjelasan yang jelas kepada masyarakat, terutama terkait isu-isu yang menyentuh kehidupan publik.

Ia mencontohkan narasi mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut aman untuk 20 hari ke depan di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah dan isu penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Hensat menilai pertemuan para tokoh bangsa tersebut penting sebagai upaya konsolidasi dan mencari jalan keluar bersama di tengah dinamika geopolitik global yang memanas akibat konflik dan perang di sejumlah kawasan. 

Namun di saat yang sama, pemerintah juga perlu memastikan komunikasi kepada masyarakat berjalan jelas dan transparan agar publik memahami situasi secara utuh tanpa diliputi kekhawatiran berlebihan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya