Berita

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Pasar UMKM Tertekan Barang Impor Ilegal China

RABU, 04 MARET 2026 | 16:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pasar domestik dipenuhi barang impor ilegal dari China, sehingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kesulitan bersaing meski akses pembiayaan terus meningkat.

Demikian disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam acara Indonesia Ramadan Expo di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026. 

"Yang jadi masalah sekarang ini, pada saat UMKM itu mau jual barangnya, tidak ada di pasar,” kata Maman.


Maman menjelaskan, sepanjang 2025 total alokasi kredit nasional mencapai sekitar Rp8.000 triliun dari perbankan swasta maupun BUMN. Dari jumlah itu, hampir Rp2.000 triliun telah disalurkan ke sektor UMKM. 

Menurutnya, tren pembiayaan dalam 10 hingga 20 tahun terakhir terus meningkat.

Namun, ia mempertanyakan mengapa peningkatan kredit tersebut belum mampu mendorong pertumbuhan UMKM secara signifikan. 

Ia menegaskan, ketika produk lokal tidak terserap pasar, dampaknya berujung pada kredit macet dan persoalan sosial.

“Pasar kita 'becek', dipenuhi dengan barang-barang impor dari Cina yang masuk secara ilegal,” kata Maman.

Menurut dia, praktik impor ilegal tersebut telah berlangsung lama. Ia mencontohkan adanya perbedaan data ekspor-impor antara China dan Indonesia. 

Dalam catatan China, nilai barang yang diekspor ke Indonesia jauh lebih besar dibanding data impor yang tercatat di Indonesia. Selisih tersebut diduga masuk tanpa administrasi resmi dan akhirnya membanjiri pasar domestik dengan harga sangat murah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya