Berita

Indonesia bergabung ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) untuk Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Setneg)

Politik

Din Syamsuddin: Apa Gunanya Gabung BoP Kalau Takut Tegur Donald Trump?

RABU, 04 MARET 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Menurut Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta, Din Syamsuddin, Board of Peace merupakan skenario kamuflase yang pada akhirnya menguntungkan Israel. 

Ia menilai langkah Indonesia bergabung dalam forum tersebut justru berisiko menempatkan Indonesia dalam posisi yang keliru secara politik dan moral.


“Board of Peace (BoP) merupakan skenario kamuflase yang menguntungkan Israel. Sayangnya Presiden Indonesia terperdaya dengan skenario itu dan tanpa sadar dan di luar nalar berujar Israel harus dijamin keamanannya (padahal Israel yang melakukan genosida atas rakyat Palestina),” tegas Din kepada wartawan, Rabu, 4 Maret 2026.

Chairman, Global Peace Forum ini juga mengingatkan umat Islam sedunia agar tidak terprovokasi oleh berbagai manuver politik global. Ia menyerukan pentingnya memperkuat soliditas dan solidaritas keislaman, serta tidak terhasut isu yang mempertentangkan Sunni dan Syiah.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk lebih aktif dan responsif dalam membela kepentingan Dunia Islam di tengah eskalasi konflik yang terjadi.

Terkait posisi Indonesia, Din menilai pemerintah tidak berada dalam posisi kuat untuk mengambil peran sebagai penengah. Pasalnya, Indonesia dinilai kurang memiliki pengaruh politik (political leverage) dan terlanjur dipersepsikan sebagai sekutu Amerika Serikat serta sahabat Israel.

“Kalau mau menjadi penengah Indonesia harus menekan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan agresi dan ambisi jahatnya itu,” ujar Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini.

Lebih jauh, Din pun mempertanyakan urgensi keikutsertaan Indonesia dalam BoP jika tidak memiliki keberanian untuk bersikap tegas terhadap inisiatornya dalam menekan eskalasi serangan udara antara Israel dibantu AS terhadap Iran.

“Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya. Kalau ingin ke Iran adalah pikiran dan langkah salah kaprah dan akan dituduh membawa misi Israel dan Amerika Serikat. Bukankah keduanya yang memulai serangan dan mengganggu kedaulatan negara lain?” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya