Berita

Potret Dataran Merdeka, Kuala Lumpur yang dipadati ribuan pengunjung jelang berbuka bersama, Sabtu, 28 Februari 2026 (Foto: RMOL)

Dunia

Menjelajah Kuala Lumpur di Bulan Suci: Sejarah, Senja, dan Iftar 10 Ribu Orang

SENIN, 02 MARET 2026 | 00:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah semarak Ramadan, jurnalis RMOL berkesempatan menjelajah ibu kota Malaysia dalam program Mega Fam Iftar 2026 yang digelar Tourism Malaysia. 

Bersama 24 media dan influencer dari kawasan ASEAN, perjalanan ini bukan sekadar tur kota, melainkan pengalaman menyelami denyut wisata religi dan budaya yang berpadu dalam satu harmoni.

City tour hari Sabtu, 28 Februari 2026 itu dimulai dengan menyusuri ikon-ikon utama Kuala Lumpur yang sarat sejarah dan simbol kenegaraan. 


Perhentian pertama adalah Istana Negara. Terletak di Jalan Tuanku Abdul Halim, kompleks megah berkubah emas itu merupakan kediaman resmi Raja Malaysia, yang tahun ini dijabat oleh Ibrahim Iskandar dari Johor.

Di pelataran gerbangnya, wisatawan sibuk berfoto bersama penjaga berkuda yang gagah, sementara lainnya menikmati kemegahan arsitektur istana dari luar pagar. 

Rombongan kemudian bergerak menuju Tugu Negara, monumen perunggu yang berdiri gagah di tengah lanskap hijau ibu kota. 

Patung setinggi lebih dari 15 meter itu menampilkan sosok-sosok prajurit dalam formasi heroik, mengibarkan bendera dan saling menopang, sebagai simbol keberanian, pengorbanan, dan semangat persatuan.

Tugu Negara dibangun sejak tahun 1960-an untuk mengenang para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kedaulatan Malaysia, khususnya pada masa Perang Dunia II dan periode Darurat Malaya.

Dari sana, langkah berlanjut ke Masjid Negara Malaysia. Halamannya yang luas dan arsitekturnya yang modern memberi keteduhan tersendiri di tengah terik siang. 

Kendaraan bus kuning yang membawa para peserta ASEAN kembali melaju, membelah jalanan ibu kota menuju bangunan bersejarah Seri Negara. Dari kejauhan, fasadnya yang klasik dengan sentuhan arsitektur kolonial tampak menonjol di antara lanskap modern Kuala Lumpur.

Bangunan peninggalan era kolonial Inggris itu bukan sekadar struktur tua, melainkan saksi bisu perjalanan panjang menuju kemerdekaan Malaysia.

Kini, di dalamnya, pengunjung dapat menyusuri empat galeri sejarah yang menyajikan arsip, foto, dan narasi perjalanan Malaysia dari masa ke masa. 

Setelah menelusuri jejak sejarah, wisatawan dapat mengunjungi semuka kafe, tempat aneka hidangan tersaji dalam balutan atmosfer klasik yang tetap terasa hangat dan bersahabat.

Menjelang sore, rombongan mampir ke kawasan River of Life. Di pertemuan dua aliran sungai, Masjid Jamek terlihat berdiri anggun, meskipun saat itu sedang dalam proses renovasi kubah. 

Tak jauh dari sana, Gedung Sultan Abdul Samad tampil memikat dengan arsitektur bergaya Moorish yang kaya lengkungan, kubah tembaga, serta balutan warna pink-putih yang menjadi identitasnya. Menara jam setinggi sekitar 40 meter menjulang anggun, menjadi penanda visual yang tak terpisahkan dari lanskap Kuala Lumpur.

Bangunan yang mulai didirikan oleh pemerintah kolonial Inggris pada 1894 itu awalnya difungsikan sebagai pusat administrasi British Malaya

Kini, Gedung Sultan Abdul Samad terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari ruang publik di Dataran Merdeka, menjadikannya salah satu titik favorit wisatawan untuk menikmati sekaligus merekam jejak sejarah ibu kota Malaysia.

Wisatawan mancanegara terus berdatangan, mengagumi menara jam ikonik, deretan pilar kokoh, hingga taman dan kolam air mancur yang tertata apik.

Tepat di hadapan gedung bersejarah itulah puncak perhelatan Iftar Ramadan 2026 digelar. Sejak pukul 17.00 waktu setempat, tikar-tikar mulai digelar, hidangan berbuka gratis disusun rapi. 

Warga lokal dan wisatawan mancanegara duduk lesehan berdampingan, menanti waktu berbuka. Bahkan ketika area utama penuh, sebagian peserta rela menggelar tikar tambahan di lapangan sekitar demi tetap menjadi bagian dari momen kebersamaan itu. 

Saat azan berkumandang, suasana hening sejenak. Doa dipanjatkan, lalu bubur lambuk dan nasi kebuli disantap bersama.

Direktur Umum Tourism Malaysia Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim menuturkan lebih dari 10 ribu orang, baik warga Muslim maupun wisatawan asing, hadir dalam kegiatan tersebut. 

Menurutnya, agenda ini memang dirancang sebagai langkah promosi pariwisata agar pelancong dapat merasakan sensasi iftar ala Malaysia yang autentik.

"Bukan sahaja mereka yang beragama Islam datang ke sini untuk beriftar, malah warga pelancong asing juga yang datang ke sini. Jadi untuk agenda hari ini memang kita mempromosikan Iftar Ramadhan ini sebagai salah satu produk pelancongan di Malaysia. Supaya pelancong dapat merasai keunikan berbuka puasa Iftar di Malaysia," kata dia. 

Gelaran Iftar Ramadan Dataran Merdeka juga meninggalkan kesan mendalam bagi Jeman, content creator asal Filipina. Ia menilai kebersamaan yang terjalin antara Muslim dan non-Muslim menciptakan nuansa hangat yang jarang ia temui.

"Ini pertama kalinya saya mencoba dan merasakan budayanya. Sangat menyenangkan. Saya senang melihat banyak orang, Muslim dan non-Muslim, berkumpul bersama, bersatu untuk acara seperti ini. Jadi saya berharap bisa melakukannya lagi," pungkasnya.

Ramadan di Kuala Lumpur bukan hanya tentang ibadah, melainkan momentum persatuan. Sebuah etalase pariwisata yang menghadirkan pemandangan indah sekaligus pengalaman emosional yang membekas.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya