Berita

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan udara AS-Iran pada Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: Tehran Times)

Global

Khamenei Tewas, Masa Depan Iran Terombang-ambing

MINGGU, 01 MARET 2026 | 14:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran telah mengonfirmasi meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, sang pemimpin tertinggi, dalam serangan mematikan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Minggu, 1 Maret 2026. 

Khamenei yang tutup usia pada 86 tahun telah memimpin Iran selama empat dekade, sejak 1989. Ia adalah panglima tertinggi yang memegang keputusan akhir atas semua kebijakan, baik politik, militer, maupun urusan agama. 

Pasukan paramiliter Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan bertanggung jawab langsung kepada sang pemimpin tertinggi. 


Meninggalnya Khamenei secara mendadak membuat masa depan Iran cukup terombang-ambing. Lantaran ia bukan hanya sekadar kepala negara, tetapi salah satu tokoh terakhir dari generasi pendiri Republik Islam Iran.

Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939 dari keluarga ulama. Ia aktif dalam gerakan anti-Shah dan belajar di Qom di bawah ulama besar termasuk Ruhollah Khomeini, pendahulunya.

Selama kepemimpinannya, Khamenei dilaporkan telah memperkuat IRGC dan program nuklir Iran. Di sisi lain, ia juga menghadapi berbagai konflik domestik dan tekanan internasional. 

Pada akhir masa kekuasaannya, hampir semua keputusan strategis negara dipusatkan di tangannya. Sementara posisi Presiden Iran hanya berfungsi sebagai pelaksana administratif.

Penerus Khamenei

Berbagai gejolak politik di dalam negeri membuat Khamenei berusaha memperkuat posisinya. Ia disebut telah berusaha menyingkirkan tokoh-tokoh yang berpotensi menyainginya, seperti Mir-Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. 

Dengan menekan oposisi membuat sistem politik Iran sangat bergantung pada Khamenei seorang. 

Tidak banyak nama yang disebutkan bisa menjadi penerus Khamenei. 

Sebelumnya ada Presiden Ebrahim Raisi yang diyakini akan menggantikan posisi Khamenei. Namun ia meninggal dalam kecelakaan helikopter pada tahun 2024. 

Meninggalnya Raisi membuat publik bertanya-tanya mengenai  garis suksesi. 

Lalu muncul nama putra keduanya, Mojtaba Khamenei. Kendati begitu Mojtaba belum tentu bisa menggantikan sang ayah. 

Meski Mojtaba memiliki pengaruh besar di belakang layar, posisi Pemimpin Tertinggi tidak diwariskan secara dinasti. 

Di Iran, pemimpin dipilih oleh Majelis Ahli. Selain kuat secara politik, Mojtaba harus mendapatkan dukungan ulama senior, IRGC, dan elite untuk bisa menggantikan Khamenei. 

Kendati begitu, banyak ulama senior tidak menyukai skenario dinasti. Hal ini juga berpotensi mendapatkan penolakan dari rakyat. 

Ada beberapa kemungkinan kandidat lain, seperti Alireza Arafi, Sadeq Amoli Larijani, hingga mantan presiden Hassan Rouhani. 

Skenario Lain

Di tengah pertanyaan siapa yang bisa menggantikan Khamenei, ada skenario lain yang muncul. Jika tidak ada tokoh atau ulama yang kuat, IRGC bisa mengambil alih kekuasaan. 

Dalam skenario ini, struktur teokrasi Iran bisa berubah dengan didominasi militer. Sementara ulama hanya berperan sebagai legitimasi. 

Sementara itu, saat ini, Presiden Iran Ebrahim Raisi, bersama Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, serta salah satu anggota Dewan Garda, akan memimpin negara selama proses transisi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya