Berita

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Okta Kumala Dewi. (Foto: Fraksi PAN)

Politik

Legislator PAN Wanti-wanti Krisis Timteng Berdampak Ketidakpastian Global

MINGGU, 01 MARET 2026 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Krisis yang tengah terjadi di Timur Tengah akibat serangan Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Islam Iran, menjadi perhatian serius yang harus dibaca sebagai suatu yang kemungkinan meluas di dunia.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Okta Kumala Dewi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer besar di kawasan Timur Tengah yang telah meluas menjadi konflik terbuka.

Pasalnya dia memandang, perkembangan terkini bukan hanya menyulut ketegangan regional, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan global.


“Ini bukan sekadar konfrontasi antara negara-negara besar. Ini adalah krisis yang memengaruhi kehidupan jutaan orang warga sipil tak berdosa yang berada di wilayah konflik,” ujar Okta dalam keterangannya, Minggu, 1 Maret 2026.

“Dan juga perekonomian global yang bergantung pada stabilitas energi, serta masa depan perdamaian internasional,” sambungnya.

Dalam situasi yang masih berkembang pesat ini, Okta menyatakan perlu dunia internasional untuk tidak kehilangan fokus pada dampak kemanusiaan, diplomatik, dan ekonomi dari konflik yang berpotensi terus meluas.

Sebagai legislator yang membidangi hubungan luar negeri dan pertahanan, Okta meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memaksimalkan seluruh upaya perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya yang berada di kawasan terdampak.

“Kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan keselamatan setiap WNI. Pemerintah harus memastikan jalur komunikasi yang efektif, pembaruan data yang akurat, dan kesiapan langkah darurat termasuk evakuasi apabila situasi semakin memburuk,” tuturnya.

Selain itu, Okta menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk berperan sebagai mediator, karena menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak termasuk Iran, AS, dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

“Politik luar negeri kita yang Bebas dan Aktif memberi Indonesia legitimasi untuk mendorong perdamaian. Kita memiliki peluang untuk menjadi mediator melalui kedekatan kita dengan negara-negara yang terlibat dan terdampak dalam konflik ini. Selain itu ini menjadi tanggung jawab moral untuk kita lebih aktif dalam situasi yang sangat genting ini,” lanjutnya.

Lebih jauh, Okta mengingatkan bahwa konflik bersenjata historisnya selalu meninggalkan dampak kemanusiaan yang mendalam, mula dari jatuhnya korban sipil, krisis pengungsi, hingga rusaknya infrastruktur sosial yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

“Kita harus mengingat bahwa setiap hari perang berarti kehilangan harapan, nyawa, dan masa depan. Dunia harus kembali pada diplomasi, bukan konfrontasi,” demikian Okta.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya