Berita

Ilustrasi

Dunia

Iran Serang Balik Israel dan Pangkalan AS di Timteng Pakai Rudal Hingga Drone

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 19:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan pihaknya telah meluncurkan gelombang besar serangan rudal dan drone di wilayah tersebut. Menurut mereka, seluruh pangkalan, aset, dan kepentingan AS di kawasan kini dianggap sebagai target yang sah.

Eskalasi ini terjadi setelah AS dan Israel lebih dulu melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran. Salah satu serangan dilaporkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.


Media Iran memberitakan ledakan terjadi di berbagai wilayah, dengan asap tebal terlihat membumbung di langit Teheran. Seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengonfirmasi bahwa operasi militer Washington dilakukan dari udara dan laut.

Kementerian Luar Negeri Iran sendiri telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu membalas agresi militer tersebut.

“Waktunya telah tiba untuk membela tanah air dan menghadapi serangan militer musuh,” demikian pernyataan tersebut di platform X.

“Sebagaimana kami siap untuk bernegosiasi, kami bahkan lebih siap untuk bertahan setiap saat. Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan merespons agresor dengan tegas dan penuh wewenang," tambahnya.

Dalam serangan balasan, IRGC mengatakan telah meluncurkan bom dan rudal ke pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Empat negara Teluk itu kemudian menutup wilayah udara mereka.

Di Bahrain, pemerintah menyatakan pusat layanan United States Fifth Fleet menjadi sasaran rudal. Rekaman saksi mata menunjukkan asap abu-abu tebal membumbung dari kawasan pesisir negara kepulauan tersebut, diiringi suara sirine peringatan.

Pasukan tersebut diketahui bertanggung jawab untuk mengamankan jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah, termasuk Teluk Persia, Laut Merah, serta sebagian Samudra Hindia. 

Wilayah tersebut mencakup tiga titik krusial perdagangan global yaitu Terusan Suez, Bab al-Mandeb di ujung Laut Merah, dan Selat Hormuz di antara Iran dan Oman. 

Di saat bersamaan, kelompok Houthi di Yaman yang merupakan sekutu Iran juga menyatakan akan melanjutkan serangan terhadap jalur pelayaran. Ancaman ini menambah ketegangan di salah satu kawasan paling vital bagi distribusi energi dunia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya