Berita

Fotol lama Bill Clinton dan Jeffrey Epstein (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube abc7)

Dunia

Diinterogasi Kongres, Bill Clinton Ngotot Tidak Terlibat Kejahatan Epstein

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kongres Amerika Serikat (AS) kembali melakukan pemeriksaan terkait hubungan sejumlah tokoh penting dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Kali ini, mantan Presiden AS Bill Clinton dimintai keterangan secara tertutup oleh anggota parlemen.

Sidang tertutup tersebut digelar di Chappaqua, New York, Jumat 27 Februari 2026, dan menjadi momen langka karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang mantan presiden AS dipaksa memberikan kesaksian di hadapan Kongres.

Dalam pernyataan pembukanya, Clinton menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah.


“Saya tidak melihat apa pun, dan saya tidak melakukan kesalahan apa pun,” kata Clinton, dikutip dari Associated Press, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia juga menyatakan tidak pernah menyaksikan tanda-tanda pelecehan yang dilakukan Epstein. Clinton mengakui bahwa sebagian besar pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan peristiwa lebih dari 20 tahun lalu, sehingga kemungkinan ia akan sering menjawab tidak mengingat detailnya.

Clinton tidak didakwa melakukan pelanggaran hukum. Namun, anggota Kongres tetap menggali hubungannya dengan Epstein dan mantan pasangan Epstein, Ghislaine Maxwell, yang telah divonis bersalah dalam kasus perdagangan seks pada 2021.

Pemeriksaan ini berlangsung sehari setelah istrinya, Hillary Clinton, memberikan kesaksian. Hillary menyatakan dirinya tidak mengetahui kejahatan Epstein dan bahkan tidak ingat pernah bertemu dengannya.

Ketua Komite Pengawasan DPR dari Partai Republik, James Comer, mengatakan publik berhak mendapatkan jawaban.

“Tidak ada yang menuduh adanya kesalahan, tetapi rakyat Amerika punya banyak pertanyaan,” ujarnya.

Comer menyebut komite menemukan bukti bahwa Epstein mengunjungi Gedung Putih sebanyak 17 kali saat Clinton menjabat presiden, serta bahwa Clinton terbang menggunakan pesawat pribadi Epstein sebanyak 27 kali.

Clinton membantah menyembunyikan hubungan tersebut dan menegaskan bahwa ia sudah berhenti berhubungan dengan Epstein sejak lama, terutama setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur di Florida.

“Kami berada di sini karena dia (Epstein) menyembunyikannya dengan sangat baik selama bertahun-tahun,” kata Clinton.

“Saat kasus itu terungkap pada 2008, saya sudah lama tidak berhubungan dengannya," ujarnya.

Partai Demokrat mendukung pemeriksaan terhadap Clinton, namun menilai langkah ini harus berlaku adil untuk semua pihak, termasuk Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang juga diketahui pernah memiliki hubungan sosial dengan Epstein.

“Saya pikir Presiden Trump harus berani datang ke komite ini dan menjawab pertanyaan, serta berhenti menyebut penyelidikan ini sebagai rekayasa," kata Robert Garcia, anggota DPR dari Partai Demokrat.

Namun, Comer menolak gagasan tersebut dengan alasan Trump sudah pernah menjawab pertanyaan media terkait Epstein.

Selain Clinton dan Trump, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga menjadi sorotan. Ia diketahui pernah menjadi tetangga Epstein di New York dan sempat menghadiri acara di rumah Epstein setelah 2005, meski sebelumnya mengaku telah memutuskan hubungan.

Beberapa anggota DPR dari Partai Demokrat bahkan mendesak agar Lutnick dipanggil untuk memberikan kesaksian, bahkan ada yang meminta ia dicopot dari jabatannya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya