Berita

Platform digital Stunting Action Hub. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

Platform Digital Telkom Bantu Pemerintah Turunkan Stunting

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 06:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional berada pada angka 21,5 persen yang berarti satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan.

Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan kesehatan. 

Tantangan tersebut tidak hanya memerlukan intervensi nutrisi yang tepat, tetapi juga sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi agar setiap upaya yang dilakukan dapat terukur dan berkelanjutan.


Terkait itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui program intervensi gizi terpadu. 

Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom memadukan pendekatan bantuan fisik dengan pemanfaatan teknologi melalui kehadiran platform digital Stunting Action Hub.

Platform tersebut memungkinkan pencatatan dan pemantauan parameter pertumbuhan seperti tinggi badan, berat badan, serta status gizi anak secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga proses evaluasi intervensi dapat dilakukan secara lebih presisi.

Program intervensi gizi terpadu ini dilaksanakan sepanjang Januari–Desember 2025 di sembilan provinsi di Indonesia yakni Lampung, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.

Sebanyak 3.169 anak telah menjadi penerima manfaat dari program ini, dan 1.231 anak di antaranya telah terintegrasi ke dalam sistem digital Stunting Action Hub. Program ini menjadi bagian dari kontribusi Telkom terhadap target nasional penurunan stunting, sekaligus memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah guna memastikan distribusi bantuan nutrisi dan pendampingan berjalan efektif serta tepat sasaran.

SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis data menjadi elemen penting dalam memastikan keberhasilan program intervensi gizi terpadu. Pihaknya memandang bahwa penanganan stunting tidak hanya memerlukan bantuan logistik, tetapi juga penguatan ekosistem data yang terintegrasi.

“Melalui Stunting Action Hub, kami berupaya memastikan setiap intervensi yang diberikan dapat terpantau secara terukur dan real-time,” ujar Hery dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 27 Februari 2026.

Dia menambahkan sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital ini merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, sekaligus menunjukkan komitmen Telkom bahwa teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang paling mendasar.

Adapun, program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

Melalui sinergi intervensi gizi dan digitalisasi data kesehatan, Telkom terus mendorong praktik penanggulangan stunting yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata dalam membangun generasi masa depan Indonesia yang sehat dan berdaya saing.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya