Berita

Tersangka Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 19:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik mencengangkan dalam kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Selain menyimpan miliaran Rupiah di safe house, para pejabat bea cukai juga menjadikan mobil operasional sebagai tempat penyimpanan uang suap.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, temuan tersebut berasal dari hasil penggeledahan dan pemeriksaan saksi pasca operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Februari 2026.


Dalam proses penyidikan, KPK juga menyita dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) yang diduga terkait pembelian mobil operasional dari uang hasil korupsi.

"Uang ini yang dikumpulkan, ini juga digunakan untuk membeli mobil operasional. Nah BPKB-nya yang ada gitu," kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat sore, 27 Februari 2026.

Menurut Asep, mobil operasional tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan uang tunai untuk kebutuhan mendadak.

"Bahkan ada sebagian dari uang yang dulu kita temukan itu ditemukan di mobil operasionalnya," ungkap Asep.

Ia menambahkan, uang yang disimpan di kendaraan itu memungkinkan para pelaku segera mengeluarkan dana tanpa harus kembali ke safe house.

"Jadi ada juga uang itu yang disimpan mobil operasional itu untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak gitu. Jadi tidak harus ngambil dulu ke safe house," terang Asep.

Lebih lanjut, Asep menyebut mobil operasional tersebut tidak hanya satu unit, dan saat ini sedang dalam penelusuran penyidik untuk disita sebagai barang bukti.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, KPK resmi menetapkan Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC sebagai tersangka baru. Di hari yang sama, KPK langsung menangkap Bayu saat berada di kantor pusat DJBC di Jakarta Timur.

Bayu resmi ditahan di Rutan KPK pada hari ini. Ia disebut memerintahkan anak buahnya, Salisa Asmoaji (SA) selaku pegawai Direktorat P2 untuk membersihkan safe house yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Namun, KPK berhasil mencium lokasi safe house lainnya yang berada di Ciputat, Tangerang Selatan. Dari sana, KPK mengamankan uang Rp5,19 miliar yang disimpan di dalam 5 buah koper. Uang tersebut merupakan hasil suap terkait kepabeanan dan cukai.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya