Berita

Anies Baswedan menghadiri diskusi Safari Iman Ramadhan 1447 H, Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Jumat 20 Februari 2026.(Foto: Facebook Anies Baswedan)

Publika

Kecerdasan dan Delegitimasi Nama Anies Baswedan

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 00:05 WIB

DI panggung politik Indonesia, Anies Baswedan sering disebut “cuma pintar bicara” atau “sekadar omon-omon”. 

Kalimat itu diulang terus sampai terdengar seperti kebenaran.

Tapi sebenarnya, dari mana label itu datang?


Setiap kali Anies berbicara dengan runtut, membawa data, menyusun argumen dengan rapi, tidak semua orang merespons dengan bantahan yang setara. 

Ada yang merasa tertantang. Ada yang merasa tidak nyaman. Ada yang merasa tidak mampu mengikuti cara berpikir yang sama.

Ketika tidak mampu membalas dengan argumen, cara paling mudah adalah memberi label.

Lebih gampang bilang “omon-omon” daripada membuka laporan kebijakan.

Lebih mudah mengejek daripada membaca angka.
Lebih praktis meremehkan daripada menyusun bantahan yang serius.

Dan yang paling sering mengulang label itu bukanlah publik luas, melainkan sekelompok orang yang bekerja dengan pola yang sama, kalimat yang sama, dan narasi yang seragam. 

Mereka tidak membahas data. Mereka tidak membedah kebijakan. Mereka hanya memastikan satu frasa terus berputar.

Menyebut Anies hanya pintar bicara tanpa membahas kebijakannya, tanpa melihat capaian, tanpa membandingkan data, bukanlah kritik yang matang. 

Itu sekadar upaya mereduksi figur melalui pengulangan.

Kritik terhadap kebijakan tentu sah. Evaluasi kinerja tentu wajar. 

Tetapi jika yang dilakukan hanya mengulang ejekan tanpa substansi, itu bukan diskusi. Itu penggiringan opini.

Untuk membantah Anies secara serius, seseorang harus mau membaca. Harus mau melihat data banjir, integrasi transportasi, memahami data anggaran, dan kebijakan secara utuh. 

Itu butuh usaha. Dan tidak semua orang mau berusaha.

Di media sosial, kalimat pendek memang lebih cepat menyebar. Tapi pengulangan yang terkoordinasi bukanlah bukti kebenaran. 

Ia hanya bukti bahwa ada orkestrasi narasi.
Selebihnya adalah kaum yang memang memiliki keterbatasan dalam berfikir. 

Kalau ada yang tersinggung oleh tulisan ini, mungkin bukan karena isinya keliru. 

Tapi karena label yang selama ini diulang oleh mereka ternyata tidak pernah benar-benar diuji dengan data. 

Lalu ketika beradu argumen secara langsung yang nampak nyata hanya kedunguan mereka.

Geisz Chalifah
Pegiat demokrasi

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya