Berita

Ibu Tiri yang diduga menganiaya anak di Sukabumi. (Foto: Akun X @OposisiCerdas)

Politik

Polisi Jangan Lambat Usut Kasus Ibu Tiri Diduga Aniaya Anak di Sukabumi

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat kepolisian didesak untuk jangan lambat dalam mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan anak oleh ibu tiri di Sukabumi yang belakangan menyita perhatian publik.

Belakangan viral di media sosial kasus kekerasan yang menyebabkan meninggalnya remaja bernama Nizam Safei (12) di Sukabumi. Kekerasan diduga dilakukan oleh ibu tirinya.

Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan menegaskan bahwa perkara tersebut harus menjadi atensi serius aparat penegak hukum. 


Ia pun mendesak Polri segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya kira ini tugas utama polisi ya. Mereka harus peka, responsif, dan cepat sekali untuk menangani masalah ini. Karena itu tugasnya. Negara telah membiayai mereka, membiayai Polri untuk menjalankan tugas menjaga harkamtibnas, menegakkan hukum,” tegas Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026.

Menurut Hinca, dugaan kekerasan terhadap anak bukan perkara ringan. Apalagi muncul sejumlah kejanggalan, mulai dari adanya luka bakar dan lebam di tubuh korban hingga klaim pihak keluarga soal penyebab kematian yang disebut karena sakit leukimia.

Politikus Senior Partai Demokrat itu pun mengingatkan agar penegakan hukum dilakukan secara cepat dan profesional. Ia menekankan prinsip “Presisi” yang selama ini digaungkan pimpinan Polri harus benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata.

“Ini mestinya segera di-follow up sangat cepat. Enggak boleh lama-lama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyatakan bahwa tim medis tengah melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban bernama Nizam Safei.

"Pagi ini mau autopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi," jelas Hartono, Jumat, 20 Februari 2026.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya