Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erna)

Bisnis

Bursa Asia Bergerak Hati-hati Tanggapi Gejolak Tarif Trump

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar keuangan Asia bergerak cukup hati-hati dan beragam pada awal pekan ini di tengah kebingungan terkait kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Ketidakpastian muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump. Namun, Trump kemudian mengumumkan tarif baru 10 persen untuk seluruh dunia, yang belakangan dinaikkan menjadi 15 persen, memicu kebingungan bahkan di kalangan pejabatnya sendiri.

Dikutip dari CNBC International, Senin 23 Februari 2026, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,5 persen dalam perdagangan yang relatif sepi. Bursa Jepang sedang libur, tetapi kontrak berjangka Nikkei 225 diperdagangkan di 56.970, sedikit di atas posisi penutupan terakhir 56.825. 


Di Australia, indeks ASX 200 sempat dibuka naik 0,17 persen, namun berbalik turun 0,66 persen (?59,90 poin) ke level 9.021,50.

Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan melesat 1,44 persen ke 5.892,38, setelah sebelumnya melonjak hingga 1,7 persen dan mencetak rekor tertinggi baru. Indeks Kosdaq juga menguat 0,74 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing naik lebih dari 3 persen dan 2,11 persen.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.855, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di 26.413,35. Sementara itu, pasar saham China dan Jepang tutup karena libur nasional.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat setelah pada akhir pekan lalu ditutup turun tipis 0,02 persen ke 8.271,76.

Sentimen positif juga datang dari penguatan ETF Indonesia di Wall Street. iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) naik 1,49 persen ke 18,06 Dolar AS di New York Stock Exchange.

Sejumlah analis menilai perkembangan terbaru berpotensi memperbaiki sentimen investor terhadap Indonesia, setelah sebelumnya pasar sempat tertekan oleh polemik terkait MSCI dan Moody’s pada kuartal I-2026.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya