Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube PSI)

Politik

PSI Bakal Kena Imbas Fenomena Tembok Ratapan Solo

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diperkirakan bakal terkena dampak fenomena rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo yang berubah nama menjadi 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps.

Pengamat Citra Institute, Efriza menilai, fenomena Tembok Ratapan Solo diramaikan netizen sebagai bentuk kritik terhadap Jokowi yang haus popularitas.

Dia mengamati setelah Jokowi pensiun dari jabatan presiden rumahnya dicitrakan ramai kunjungan dari masyarakat dari berbagai daerah maupun pejabat, baik untuk mengadu maupun hanya sekadar berswafoto.  


"Ekspresi satire publik diyakini ke depannya bukan hanya seperti 'Tembok Ratapan Solo' saja, ekspresi ini dilakukan untuk memberikan kesan dan efek citra negatif terhadap Jokowi dan keluarganya," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 22 Februari 2026. 

Menurutnya, Jokowi yang telah menyatakan akan aktif menggalang suara untuk PSI untuk pemilihan umum (Pemilu) 2029 mendatang, justru akan merugikan partai politik berlogo Gajah tersebut. 

Apalagi kata Efriza, jika produksi wacana negatif Jokowi semakin banyak beredar, bukan tidak mungkin citra PSI akan ikut memburuk ke depan. Di samping itu, PSI diasosiasikan sebagai parpol Jokowi juga sangat kental karena Ketua Umumnya ialah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

"Jika diproduksi dengan banyak, tentunya akan memberi dampak buruk terhadap PSI, popularitas PSI ikut terpengaruh negatif atas ekspresi publik terhadap Jokowi, bahkan dapat mengganggu upaya peningkatan elektabilitas PSI," tutur mantan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu.

"PSI telah mengkultuskan Jokowi. Hubungan erat antara PSI dengan Jokowi dan Keluarganya akan menghadirkan keterhubungan dampak dari ekpresi kecewa dan jengahnya publik kepada Jokowi, yang otomatis akan merermbes pula kepada PSI," kata Efriza menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya