Berita

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Anggota Komisi VII DPR. (Foto: RMOLJateng)

Bisnis

Komisi VII DPR:

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

SABTU, 21 FEBRUARI 2026 | 02:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Provinsi Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, serta peta pengembangan industri baru di Pulau Jawa. Peran tersebut turut mendukung transformasi ekonomi nasional. 

Hal itu disampaikan Pimpinan Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam rangka kunjungan reses tahun 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, pada Jumat, 20 Februari 2026.
 
“Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal disebut menjadi simpul penting penguatan investasi dan hilirisasi industri. Ini jadi simpul penting pengembangan industri baru di Pulau Jawa,” kata Rahayu dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu, 21 Februari 2026.
 

 
Dalam pertemuan dengan Gubernur Ahmad Luthfi, Komisi VII DPR memuji Pemprov Jateng yang disebut telah mampu mengukuhkan diri sebagai motor baru transformasi ekonomi nasional. 

Pertumbuhan sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif di provinsi ini dinilai para wakil rakyat cukup signifikan dan strategis dalam menopang daya saing Indonesia.

Wakil Ketua Tim, Evita Nursanty, menambahkan, sektor pariwisata Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan konsisten dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data 2025, sektor pariwisata menyumbang 3,74 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan peningkatan jumlah daerah tujuan wisata sekitar 32 persen sejak 2022. 

Pertumbuhan tersebut didominasi wisata alam, didukung konektivitas penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur menuju Semarang. 

Konektivitas internasional memberikan dampak nyata terhadap pergerakan wisatawan dan penguatan ekonomi daerah

“Jawa Tengah ini luar biasa loh, meningkat. Tentu ini tidak lepas dari dampak positif rute penerbangan langsung dari Singapura, Kuala Lumpur ke Semarang,” kata Evita.

Semnetara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut apresiasi tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.

“Kehadiran Komisi VII DPR RI menjadi motivasi bagi kami untuk mempercepat penguatan sektor industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan, dengan luas wilayah hampir 3,3 juta hektare serta sekitar 7.800 desa dan 460 kelurahan, Jawa Tengah tidak dapat mengandalkan APBD semata dalam mendorong pembangunan. 

“Kami optimis dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik, sektor pariwisata akan terus berkembang dan menjadi pengungkit ekonomi daerah,” pungkasnya.  

Kunjungan kerja reses ini diharapkan mempererat koordinasi pusat dan daerah dalam mengakselerasi pertumbuhan industri, memperluas investasi, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap ekonomi nasional.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya