Berita

Mark Zuckerberg hadiri persidangan terkait dampak kecanduan media sosial terhadap anak-anak, Ranu 18 Februari 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNN-News18)

Global

Meta Digugat, Zuckerberg Hadapi Sidang Penentu soal Kecanduan Instagram

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mark Zuckerberg menjalani pemeriksaan di pengadilan Los Angeles dalam persidangan penting yang menyoroti dugaan bahwa platform media sosial milik Meta Platforms, khususnya Instagram, sengaja membuat anak-anak kecanduan dan membahayakan kesehatan mental mereka.

Sidang yang digelar pada Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat, merupakan bagian dari gugatan besar terhadap perusahaan media sosial. Penggugat, seorang perempuan berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai KGM, menuduh penggunaan media sosial sejak usia dini membuatnya kecanduan serta memperburuk depresi dan pikiran untuk bunuh diri. Selain Meta, YouTube juga menjadi terdakwa, sementara TikTok dan Snap telah menyelesaikan kasus serupa lebih dulu.

Dalam persidangan, pengacara penggugat, Mark Lanier, menanyakan langsung apakah Instagram bersifat adiktif. Zuckerberg tidak memberikan jawaban tegas.


“Saya tidak yakin harus berkata apa tentang itu. Saya rasa itu tidak berlaku di sini,” ujar Zuckerberg, dikutip dari 9News, Kamis 19 Februari 2026.

Lanier juga menyinggung pilihan perusahaan terhadap pengguna yang rentan: membantu, mengabaikan, atau memanfaatkan mereka. Menanggapi hal ini, Zuckerberg menegaskan:

“Saya pikir perusahaan yang wajar seharusnya berusaha membantu orang-orang yang menggunakan layanannya.”

Pengacara kemudian menyoroti dokumen internal yang dinilai bertentangan dengan pernyataan Zuckerberg sebelumnya di Kongres, ketika ia menyebut karyawan Instagram tidak diberi target untuk meningkatkan waktu penggunaan. Zuckerberg mengakui bahwa perusahaan memang pernah memiliki target terkait durasi penggunaan, tetapi kemudian menjauh dari pendekatan itu dan lebih fokus pada manfaat layanan.

“Jika sesuatu itu berharga, orang akan lebih sering menggunakannya karena bermanfaat bagi mereka," ujarnya.

Zuckerberg juga ditanya soal pelatihan media dan citra publiknya. Dokumen internal menyarankan agar ia tampil “autentik, lugas, manusiawi” dan tidak terdengar “seperti robot.” Namun, ia membantah telah dilatih untuk menjawab pertanyaan tertentu.

“Mereka hanya memberikan umpan balik. Saya rasa saya sebenarnya cukup terkenal sebagai orang yang kurang pandai dalam hal ini,” katanya.

Kasus ini menjadi salah satu dari tiga persidangan percontohan yang hasilnya dapat memengaruhi ribuan gugatan serupa terhadap perusahaan media sosial di AS. Pihak Meta menyatakan tidak setuju dengan tuduhan tersebut dan yakin bukti akan menunjukkan komitmen mereka dalam melindungi kaum muda.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya