Berita

Pengamat Politik Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta. (Dok pribadi)

Politik

Elite Politik Harus Berpuasa dari Ambisi dan Manuver Dini

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 12:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gelombang dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dua periode terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari elite partai politik, tokoh publik hingga relawan. 

Fenomena ini memunculkan dinamika politik yang dinilai kian menghangat meski kontestasi 2029 masih cukup jauh.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai situasi tersebut perlu disikapi secara bijak, terlebih di tengah momentum bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan agar elite politik tidak larut dalam euforia dukungan yang justru berpotensi meningkatkan tensi politik.


“Terpenting hari ini, publik membutuhkan ketenangan. Apalagi masyarakat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa. Situasi seperti ini, elite politik seharusnya mulai menurunkan tensi, menjaga higienitas wacana, dan menghindari manuver yang berpotensi memancing kegaduhan,” ujar Nurul Huda kepada RMOL, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurutnya, ruang publik sebaiknya tidak dipenuhi manuver politik yang terlalu dini, sementara masyarakat tengah fokus menjalani ibadah dan menjaga stabilitas kehidupan sehari-hari.

“Situasi politik seharusnya ikut berpuasa, seperti menahan ego, menahan ambisi, dan tidak memperkeruh suasana ketika rakyat sedang fokus pada stabilitas hidupnya masing-masing,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa dinamika dukungan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. 

Namun, pengelolaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat agar tidak menimbulkan polarisasi atau kegaduhan yang tidak perlu, terutama di momentum yang menuntut ketenangan dan kebersamaan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya