Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Pamer Efisiensi Rp304 Triliun di Hadapan Pebisnis AS

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 11:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto memamerkan capaian efisiensi anggaran pemerintahannya saat berbicara di forum Business Summit yang digelar US Chamber of Commerce di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat, 18 Februari 2026. 

Di hadapan para pengusaha dan investor Amerika, Prabowo menegaskan komitmennya membenahi tata kelola fiskal Indonesia secara tegas dan rasional.

Dalam paparannya, Prabowo mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan pertama pemerintahannya ia berhasil menghemat anggaran negara dalam jumlah signifikan.


"Mungkin ini mirip dengan apa yang sedang diupayakan di Amerika Serikat melalui DOGE (Department of Government Efficiency). Saya rasa saya adalah salah satu dari sedikit Presiden Indonesia yang dalam tiga bulan pertama pemerintahannya berhasil menghemat 18 miliar dolar AS secara tunai,” ujarnya.

Langkah penghematan itu, lanjutnya, dilakukan dengan memangkas berbagai belanja yang dinilai tidak produktif, termasuk tradisi seremonial yang selama ini menyedot anggaran besar. 

“Bisa Anda bayangkan berapa ratus upacara yang kita adakan setiap minggu dan setiap bulan di seluruh Indonesia? Jadi, saya batalkan saja itu semua. Saya katakan ulang tahun cukup dirayakan di dalam kantor, mungkin dengan makan siang kecil atau makanan bungkus saja, untuk menjaga rasionalitas,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyasar pemborosan dalam perjalanan dinas luar negeri dan studi banding yang dinilainya kerap tidak tepat sasaran. 

“Kami memangkas biaya perjalanan dinas luar negeri dari institusi pemerintah yang mencapai miliaran dolar. Semua orang ingin melakukan studi banding untuk mempelajari sesuatu di luar Indonesia. Padahal menurut saya masalah Indonesia sudah sangat jelas,” katanya.

Ia bahkan mencontohkan pengalaman tim studi banding yang dianggap tidak efektif yakni gelaran studi banding ke Australia dan Jepang yang dilakukan di waktu yang tidak tepat. 

"Saya dengar dari teman-teman saya di Australia, saat itu sedang musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi! Ada juga laporan tim studi banding ke Jepang sekitar tanggal 20 Desember, saat itu sudah masa Natal! Hal-hal seperti inilah yang saya coba rasionalkan,” paparnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya