Berita

Ilustrasi Geothermal. (Foto: Infopublik.id)

Bisnis

Konsesi Geothermal ke Perusahaan Terafiliasi Israel Lemahkan Kepercayaan Publik

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 03:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemberian izin pengelolaan panas bumi di Telaga Ranu, Halmahera Barat, Maluku Utara kepada PT Ormat Geothermal Indonesia sebuah entitas yang memiliki afiliasi dengan Ormat Technologies Inc yang berakar pada jaringan ekonomi Israel telah memicu pro dan kontra luas di Indonesia. 

Situasi ini bukan sekadar persoalan teknis investasi energi, tetapi juga berkaitan dengan konsistensi kebijakan publik, kepercayaan masyarakat, dan posisi ekonomi-politik Indonesia di pentas global.

Ekonom dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Dr. Muhammad Aras Prabowo memandang bahwa keputusan pemerintah memberikan konsesi kepada perusahaan terafiliasi Israel berpeluang merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah. 


“Masyarakat kita melihat ini bukan hanya soal energi bersih, tetapi soal konsistensi sikap negara terhadap nilai-nilai yang dipegang bangsa,” tegas Aras dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Lanjut dia, Indonesia secara historis dan konsisten menyatakan dukungan kuat bagi kemerdekaan Palestina dan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. 

Namun strategi pemberian konsesi kepada perusahaan yang memiliki hubungan ekonomi dengan Israel, meski secara tidak langsung menimbulkan persepsi kontradiksi antara nilai politik luar negeri dan kebijakan ekonomi domestik. 

“Masyarakat memiliki hak mempertanyakan nilai apa yang diutamakan negara, prinsip solidaritas politik atau peluang investasi ekonomi. Ketika persepsi masyarakat condong berpihak kepada yang pertama, keputusan semacam ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat lokal di Halmahera juga menolak rencana proyek tersebut. Mereka khawatir eksplorasi dan pembangunan fasilitas panas bumi dapat berdampak buruk terhadap sumber air, hutan adat, dan lingkungan hidup yang menjadi bagian dari ruang hidup mereka. 

“Ketidakpuasan lokal ini dapat bereskalasi menjadi ketidakpercayaan yang lebih luas jika tidak direspons secara transparan dan partisipatif,” jelas dia.

Dari perspektif ekonomi politik, Aras menggarisbawahi keterkaitan erat antara stabilitas politik dan kepercayaan investor serta publik. 

“Stabilitas politik nasional bukan hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi atau indeks investasi. Ia juga bergantung pada legitimasi pemerintah dalam mengambil keputusan yang sensitif secara politik,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya