Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi BPKH)

Bisnis

BPKH Genjot Investasi Ekosistem Haji dan Siap jadi Pemain Global

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 23:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendorong penguatan kedaulatan ekonomi haji Indonesia agar tidak sekadar menjadi pasar dalam ekosistem haji dan umrah global.

Setiap tahun, lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia tercatat berangkat ke Tanah Suci. Angka tersebut belum termasuk 1,5 juta jemaah umrah. 

Menurut Anggota BP BPKH Bidang Investasi Langsung, M. Arief Mufraini, di balik ibadah tersebut, tersimpan potensi ekonomi besar yang mencakup sektor perhotelan, konsumsi, transportasi, logistik hingga layanan pendukung lain.


Arief menjelaskan sejak awal BPKH melalui BPKH Limited dirancang sebagai instrumen investasi di ekosistem haji dan umrah, bukan sekadar perantara layanan.

"Orientasi awal pembentukan BPKH Limited atas dukungan kementerian lainnya yaitu Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan yang berdiri tahun 2023 adalah investasi langsung di ekosistem haji dan umrah," jelasnya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

"Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pembeli musiman (procurement), tetapi memiliki posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi tersebut (investasi). Jadi ini merupakan tahapan pertama untuk secara gradual pergeseran dari procurement ke investasi," tambahnya.

Dalam proses penetrasi pasar, BPKH Limited memang belum sepenuhnya tampil sebagai pemain utama sesuai desain awal. Namun, langkah itu disebut sebagai fase transisi menuju penguatan peran investasi yang lebih komprehensif, seiring revisi Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji yang tengah diproses.

Sejauh ini, BPKH melalui BPKH Limited telah memiliki aset investasi berupa hotel dan armada bus yang memberikan imbal hasil bagi dana haji. Nilai manfaatnya dikembalikan kepada jemaah.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya