Berita

Ray Rangkuti. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Wacana Sjafrie Dampingi Prabowo di 2029

Ray Rangkuti: Tidak Mungkin Dua Purnawirawan TNI Dipasangkan di Pilpres

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 21:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Meski santer diwacanakan, nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kecil kemungkinan untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) 2029 mendampingi Prabowo Subianto.

Pengamat politik Ray Rangkuti, menilai kecilnya peluang tersebut karena keduanya memiliki latar belakang sebagai purnawirawan TNI menjadi pertimbangan utama.

"Sebenarnya agak sulit Sjafrie dipasangkan dengan Pak Prabowo. Rasanya enggak mungkin ada dua orang TNI dipasangkan bersama-sama," ujar Ray kepada wartawan, Rabu 18 Februari 2026.


Menurutnya, dengan keduanya memiliki latar belakang militer yang sama berpotensi menimbulkan resistensi, baik di internal elit politik dan juga masyarakat.

Dia menuturkan, bahkan jika Sjafrie tidak bersama Prabowo, maka situasi tersebut dapat dibilang sebagai kompetisi pada pemilih yang relatif sama.

"Kalau dia tidak dengan Pak Prabowo, itu sepertinya kayak perlombaan di bursa yang sebenarnya sama," katanya.

Dia juga menyebut potensi dinamika subjektif di antara elite dengan masuknya nama baru bisa saja dipandang sebagai peluang strategis, namun juga bisa dianggap sebagai ancaman politik.

"Bisa saja Pak Prabowo melihat ini peluang, atau sebaliknya melihat ini semacam ancaman," tambahnya.

Di sisi lain, Ray mengakui bahwa semakin banyaknya nama yang masuk bursa capres ataupun cawapres memberi keuntungan bagi publik. 

"Masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan pilihan politik," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya