Berita

Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV (Foto: Reuters)

Dunia

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace, Ingin Konflik Palestina Diselesaikan PBB

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Vatikan menegaskan tidak akan bergabung dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sikap itu disampaikan pejabat diplomatik tertinggi Vatikan, Pietro Parolin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 18 Februari 2026.

Parolin menilai karakter dewan tersebut tidak sejalan dengan posisi dan peran khas Takhta Suci dalam diplomasi internasional.


"Takhta Suci tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena sifatnya yang khusus, yang jelas berbeda dengan negara-negara lain,” ujar Parolin.

Lebih lanjut ia menekankan bahwa penyelesaian konflik, termasuk isu Palestina, seharusnya berada di bawah otoritas PBB. 

"Salah satu kekhawatiran adalah bahwa di tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang telah kami tekankan," kata dia.

Paus Leo, Pemimpin Vatikan pertama asal Amerika Serikat yang kerap mengkritik sejumlah kebijakan Trump menerima undangan untuk bergabung dalam dewan tersebut pada Januari lalu. 

Namun, sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia, Paus jarang terlibat dalam forum atau dewan politik internasional, meski Vatikan memiliki jaringan diplomatik luas dan berstatus pengamat tetap di PBB.

Board of Peace sendiri merupakan bagian dari rencana Trump terkait Gaza yang melatarbelakangi gencatan senjata rapuh pada Oktober. 

Dewan itu awalnya dirancang untuk mengawasi tata kelola sementara Gaza, sebelum kemudian disebut akan diperluas untuk menangani konflik global, dengan Trump sebagai ketua.

Inisiatif tersebut menuai kritik dari sejumlah pakar hak asasi dan pengamat internasional yang menilai mekanisme itu berpotensi menyerupai struktur kolonial serta dapat menggerus peran PBB. 

Board of Peace juga disorot karena tidak melibatkan perwakilan Palestina.

Sementara itu, situasi di Gaza tetap memanas. Gencatan senjata dilaporkan berulang kali dilanggar, dan operasi militer Israel disebut telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, memicu krisis kemanusiaan serius.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya