Berita

Ayatollah Ali Khamenei (Foto: english.mathrubhumi)

Dunia

Khamenei Sindir Kegagalan AS Gulingkan Republik Islam Iran Selama 47 Tahun

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 14:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah mampu menggulingkan Republik Islam Iran meski telah berupaya selama puluhan tahun. 

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei saat berpidato di hadapan ribuan warga Provinsi Azerbaijan Timur menjelang peringatan pemberontakan Tabriz 1978.

Dalam pidatonya, Khamenei menanggapi retorika militer yang kerap dilontarkan Presiden AS Donald Trump. 


Ia mengingatkan bahwa superioritas militer bukan jaminan kemenangan, karena kekuatan terbesar sekalipun dapat dilumpuhkan oleh serangan berat.

“Militer terkuat di dunia pun terkadang bisa menerima pukulan yang begitu keras sehingga tidak mampu bangkit kembali," ujarnya, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Rabu, 18 Februari 2026.

Khamenei juga memperingatkan ancaman pengerahan kapal perang AS ke kawasan Timur Tengah tidak akan menggoyahkan Iran. 

“Kapal perang memang berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada kapal perang adalah senjata yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut,” tegasnya.

Ia bahkan mengutip pernyataan Trump yang mengakui kegagalan AS menggulingkan pemerintahan Iran selama puluhan tahun. 

“Selama 47 tahun, Amerika belum mampu melenyapkan Republik Islam. Ini adalah pengakuan yang baik. Saya katakan: Anda juga tidak akan mampu melakukan ini,” kata dia.

Menurut Khamenei, berbagai pernyataan keras Washington menunjukkan ambisi dominasi terhadap bangsa Iran. 

“Pernyataan-pernyataan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat, kadang-kadang ia mengancam, kadang-kadang ia mengatakan ini harus dilakukan, atau itu tidak boleh dilakukan, berarti bahwa mereka berupaya mendominasi bangsa Iran," ungkapnya. 

Ia juga menegaskan identitas sejarah dan religius Iran membuat negara tersebut tidak akan tunduk pada tekanan asing.

Dalam kesempatan itu, Khamenei turut mempertahankan hak Iran mengembangkan energi nuklir, termasuk pengayaan uranium. Hak tersebut diakui dalam kerangka regulasi internasional dan menilai tekanan asing untuk membatasi program tersebut sebagai perilaku tidak logis.

Menurutnya program nuklir Iran bersifat sipil dan sah menurut ketentuan International Atomic Energy Agency.

Khamenei juga menekankan pentingnya kekuatan militer sebagai alat pertahanan nasional. 

Ia menyatakan negara yang tidak memiliki kemampuan pertahanan memadai akan rentan terhadap ancaman eksternal, sehingga postur militer Iran dinilai sebagai langkah pencegahan, bukan agresi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya