Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Mengapa Banggar DPR Harus Dibubarkan?

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 04:40 WIB

MENGAPA Badan Anggaran (Banggar) dan badan-badan lain yang tidak relevan sebagai alat kelengkapan DPR harus dibubarkan? Sebab, alat-alat itu sudah melekat pada sosok seorang Anggota DPR atau kongres (contoh di negara lain). 

Lalu, tentu akan ada pertanyaan bagaimana halnya dengan fungsi penganggaran (budgeting) DPR?

Khusus kegiatan penganggaran (budgeting) yang merupakan salah satu fungsi dari DPR cakupan tugas pokoknya hanya dalam hal perumusan kebijakan penganggaran (budgeting policy). Sedangkan penyusunan, pembagian dan penetapan anggaran adalah dominan tugas pokok dan fungsinya lembaga eksekutif, yakni presiden beserta para menterinya.  


Tupoksi penganggaran DPR adalah dalam kerangka umum alokatif dan distributif APBN tidak sampai ke aspek teknis satuan anggaran (detail).

Cakupan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPR sebagai legislatif jauh berbeda dengan eksekutif. Di negara maju malah hanya honor rapat (saat membahas RUU) dan tunjangan transport serta tidak tiap tahun kerjanya menyusun atau mengubah UU. Sebab UU yang berlaku telah disusun dengan mengantisipasi tantangan permasalahan di masa depan. 

Jadi, perumusan dan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) bukanlah kegiatan rutin atau sebagai proyek yang membebani anggaran dan keuangan negara.

Artinya, seorang Anggota DPR atau kongres yang merupakan wakil rakyat adalah seorang yang memiliki keahlian tidak saja di bidang politik. Melainkan juga memiliki keahlian fungsional di bidang yang menjadi latar belakang pendidikannya. Dengan demikian wakil rakyat adalah sosok yang profesional dan tidak membutuhkan tenaga ahli (TA) lagi. Apalagi dalam jumlah yang banyak.

Selain itu, kegiatan Anggota DPR atau kongres di bidang pengawasan lebih banyak di daerah pemilihannya sehingga betul-betul dekat dengan konstituen dan bertempat tinggal di rumahnya. Bukan malah menjadi Anggota DPR atau kongres untuk memperoleh rumah dinas atau tambahan kekayaan (kalau seperti ini kapan konstituen sejahtera). 

Padahal, melalui wakil rakyatlah misi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia diamanahkan bukan kesejahteraan sanak kerabatnya.

Hal ini terjadi karena sosok calon anggota DPR atau kongresnya telah diperhatikan kualifikasi dan rekam jejak (track record) sejak awal. Di Indonesia, seleksi dan perekrutan anggota DPR-nya berdasar uang, ya wajar saja lebih mementingkan fasilitas hidup mereka ketimbang rakyat. Coba saja tanpa gaji dan tunjangan macam-macam yang sifatnya tetap ini dihapus, kira-kira masih ada yang minat atau berlomba-lomba jadi wakil rakyat atau tidak?

Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya