Berita

Para dokter diaspora dan relawan kemanusiaan PDIP. (Foto: Dokumentasi DPP PDIP)

Politik

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 01:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Semangat pengabdian kepada Tanah Air mempertemukan para dokter diaspora dengan PDIP dalam misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. 

Melalui jalur partai, para tenaga medis ini mengaku mendapat ruang konkret untuk turun langsung membantu masyarakat, di tengah rumitnya birokrasi sejumlah lembaga formal.

Kisah tersebut mengemuka dalam agenda “Pemberian Apresiasi Atas Dedikasi dan Pengabdian Relawan Kesehatan” yang digelar di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.


Sejumlah elite DPP PDIP tampak hadir, di antaranya Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Ribka Tjiptaning, Sri Rahayu, serta Wiryanti Sukamdani.

Salah satu dokter diaspora, dr. Adi Putra Korompis, membeberkan bahwa niat para dokter Indonesia di luar negeri untuk terlibat dalam penanganan bencana kerap tersendat persoalan teknis dan jejaring.

"Kami mencoba mendekati berbagai lembaga untuk bekerja sama, namun seringkali ada hambatan. Di PDIP, kami diberikan kesempatan bahkan kuota yang sangat besar untuk langsung terjun ke lapangan. Ada kesamaan semangat perjuangan dan identitas sebagai Indonesia di sini,” ujar dr. Adi.

Pengalaman serupa disampaikan dr. Bella yang bertugas di Aceh. Ia menggambarkan situasi darurat saat infrastruktur lumpuh total akibat longsor.

“Sama sekali tidak ada sinyal, air masih tercampur lumpur. Namun dengan semangat gotong royong, kami membawa obat-obatan, air bersih, hingga membuka dapur umum. Kami telah mengambil sumpah dokter, jadi kami melayani tanpa membahas latar belakang politik,” kenang dr. Bella.

Tak hanya penanganan medis, tim relawan juga memberi perhatian serius pada pemulihan psikologis warga. 

dr. Riri yang diterjunkan ke Agam, Sumatera Barat, menuturkan trauma mendalam masih membekas, terutama pada anak-anak.

“Setiap mendengar suara hujan atau angin kencang, mereka ketakutan. Itulah mengapa kami juga melakukan pendekatan psikologis,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan pengamatannya selama berada di lokasi terdampak. “Kami tidak bertemu dengan perwakilan partai lain di lokasi bencana yang kami kunjungi. Hanya PDI Perjuangan yang konsisten ada di sana bersama rakyat,” tuturnya.

Dukungan penuh juga datang dari unsur tenaga kesehatan lain. Sukendar, mewakili perawat, menyatakan kesiapan jajarannya untuk kembali ditugaskan kapanpun dibutuhkan dalam misi kemanusiaan.

Sementara itu, Iwan selaku perwakilan pengemudi menceritakan tantangan selama dua bulan meninggalkan keluarga demi memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Ia harus menembus kemacetan akibat pohon tumbang dan berkoordinasi dengan warga setempat menggunakan peralatan seadanya.

"Kami bersahabat dengan warga. Saat ada pohon tumbang, kami bersama-sama memotong kayu agar akses bantuan bisa masuk. Doa keluarga di rumah menjadi kekuatan kami," pungkas Iwan.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya