Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Politik

Airlangga di Hadapan Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh Tertinggi Kedua di G20

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 17:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak positif meski di tengah tantangan perlambatan ekonomi global. Ekonomi Indonesia mampu mencatatkan kinerja positif meski pertumbuhan ekonomi global stagnan di kisaran 3 persen.

Demikian antara lain disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jumat, 13 Februari 2026.

“Kalau kita lihat di tengah berbagai tantangan, pertumbuhan ekonomi global stagnan di 3 persen. Ini baik dari IMF, World Bank maupun OECD di tahun 2025, dan di tahun 2026 juga angkanya sedikit menurun secara global, 2,9 sampai 3,1 (persen),” ujarnya.


Dari sisi perdagangan, pertumbuhan global bahkan diperkirakan turun ke angka 2,4 persen. Namun di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan tertinggi kedua di antara negara-negara G20 pada kuartal IV-2025.

"Di antara negara G20, Indonesia di kuartal keempat nomor dua Pak, sesudah India yang 7,4 persen,” tegasnya.

Di sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen secara tahunan (yoy) dengan ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen. 

Capaian itu mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, harga pangan stabil, serta meningkatnya mobilitas masyarakat saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia juga menyoroti fenomena hari besar keagamaan yang terjadi beruntun pada kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026.

“Ini untuk pertama kalinya Q4 dan Q1 back to back, Pak, hari besar keagamaannya. Karena di Q1 ada Idulfitri yang diharapkan dari selama pengalaman kita pada saat terjadi Lebaran pertumbuhan tertinggi juga. Oleh karena itu kita akan terus dorong pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini,” katanya.

Selain konsumsi rumah tangga, konsumsi organisasi lembaga kemasyarakatan juga tumbuh 5,13 persen, karena terdapat kegiatan sosial dan respons kebencanaan. Dari sisi investasi, pertumbuhan mencapai 5,09 persen, sementara belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen.

“Jadi ini yang kita harapkan di kuartal pertama juga bisa digelontorkan oleh Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, belanja pemerintah melalui program prioritas dan stimulus ekonomi berperan dalam menjaga permintaan domestik sekaligus menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan global. Pada kuartal IV, komponen ini tumbuh 4,55 persen.

Ekspor juga mencatatkan pertumbuhan 7,03 persen, didukung peningkatan nilai dan volume ekspor. Sektor pariwisata ikut menopang, dengan kenaikan kunjungan wisatawan sebesar 10 persen pada akhir 2025.

Sepanjang 2025, wisatawan nusantara tercatat mencapai 1,2 miliar perjalanan atau tumbuh 17,55 persen dibanding 2024.

"Dari program prioritas Bapak Presiden maupun stimulus ekonomi, sektor pertanian juga tumbuh tinggi di 5,03 persen, ditopang oleh produksi pertanian dan juga mendukung ketahanan pangan dan stabilitas daripada harga," kata Airlangga.

Sementara itu, industri pengolahan tumbuh 5,3 persen yang disebut terjadi karena kuatnya permintaan domestik, ekspor, serta hilirisasi.

Sektor transportasi, pergudangan, akomodasi, serta makanan dan minuman bahkan tumbuh di atas 7 persen, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata.

Airlangga juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut diiringi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, sementara rasio gini membaik ke level 0,36.

Tingkat pengangguran terbuka tercatat turun menjadi 4,74 persen, dengan tambahan serapan tenaga kerja mencapai 2,71 juta orang dari hasil realisasi investasi.

“Ini menunjukkan pemerataan kesejahteraan yang terus meningkat,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya