Berita

Ary Ginanjar Agustian dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Honoris Causa) oleh Universitas Jayabaya. (Foto: Istimewa)

Politik

Pengukuhan Ary Ginanjar sebagai Profesor Kehormatan Tuai Apresiasi

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 11:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sejumlah tokoh nasional menyampaikan apresiasi atas pengukuhan Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, sebagai Profesor Kehormatan (Honoris Causa) oleh Universitas Jayabaya. 

Gelar akademik kehormatan tertinggi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi besar Ary dalam penguatan karakter hukum di Indonesia.

Pengukuhan dilaksanakan dalam sidang terbuka senat akademik di Auditorium Prof. Dr. H. Moeslim Taher, S.H., Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Jayabaya, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.


Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Sunarto, menyebut pengukuhan guru besar di bidang karakter hukum memiliki arti penting bagi perkembangan sistem hukum nasional.

“Pengukuhan guru besar bidang karakter hukum ini memiliki arti penting, karena menegaskan bahwa hukum tidak hanya berkenaan dengan norma dan kelembagaan, tetapi juga sangat ditentukan oleh karakter manusia yang menjalankannya,” ujarnya.

Sunarto menilai capaian tersebut merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi Ary Ginanjar Agustian secara pribadi, tetapi juga bagi Universitas Jayabaya sebagai institusi pendidikan tinggi. 

Menurutnya, Ary telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter sumber daya manusia Indonesia, termasuk di bidang hukum, dengan menekankan pentingnya dimensi spiritual, emosional, dan moral sebagai bagian integral dari profesionalisme.

“Semoga pengabdian dan keilmuan beliau dapat memberikan sumbangsih nyata bagi pendidikan dan pembinaan hukum, sehingga hukum dapat ditegakkan secara berintegritas dan bermartabat,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas. Ia menilai pengukuhan tersebut memiliki makna strategis bagi pembangunan hukum nasional.

“Selamat dan apresiasi atas pengukuhan guru besar kehormatan di bidang karakter hukum dari Universitas Jayabaya kepada Prof. Ary Ginanjar Agustian. Pengukuhan ini menegaskan bahwa pembangunan hukum tidak hanya bertumpu pada aturan dan institusi, tetapi juga pada karakter manusia di dalamnya,” kata Supratman.

Menurut Supratman, hukum yang kuat lahir dari insan hukum yang berintegritas, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul di bidang hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kokoh secara moral.

“Tanpa karakter hukum yang kuat, kemajuan bangsa akan kehilangan arah dan kepercayaan publik. Karena itu, pengukuhan ini diharapkan memperkaya khazanah akademik sekaligus menjadi inspirasi dalam membentuk generasi penegak dan pemikir hukum Indonesia yang berintegritas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Prof. Jimly Asshiddiqie, juga berharap pengukuhan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan tinggi dan para praktisi hukum.

“Mudah-mudahan memberi inspirasi kepada dunia perguruan tinggi, para sarjana hukum, ilmuwan, praktisi, dan penegak hukum mengenai pentingnya karakter hukum yang harus kita benahi dan perbaiki dalam rangka membangun generasi penerus negara hukum yang berintegritas dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, berharap pengukuhan tersebut turut memperkuat upaya pembangunan integritas bangsa.

“Semoga hal ini menjadi kontribusi dalam rangka visi Indonesia Emas 2045 dan semoga Prof. Ary Ginanjar Agustian dapat semakin membumikan nilai-nilai antikorupsi, agar ke depan Indonesia menjadi masyarakat dan bangsa yang berintegritas,” ucapnya.

Pengukuhan Ary Ginanjar Agustian sebagai Profesor Kehormatan di bidang karakter hukum diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pengembangan ilmu hukum dan pembentukan karakter, sebagai fondasi penting bagi penegakan hukum yang berintegritas di Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya