Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: presidenri.go.id)

Publika

Etnis Minang Paling Tidak Puas Kinerja Prabowo

Tapi Jauh Lebih Baik di Era Jokowi
SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 01:38 WIB

ETNIS Minangkabau kembali tercatat sebagai etnis yang paling rendah tingkat kepuasannya terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, 15-21 Januari 2026, yang dirilis pada Minggu 8 Februari 2026.

Total kepuasan responden terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah 79,9 persen. Angka ini seperti kembali dari 100 hari masa Pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni sekitar 80 persen, yang sempat turun pada sekitar Agustus tahun lalu.

Metode survei Indikator Politik Indonesia seperti biasa, multi stage random sampling, wawancara tatap muka, dengan 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia, dan margin of error sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


Etnis yang paling tinggi tingkat kepuasannya terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Jawa (83,1 persen), Madura (82,9 persen), Bugis (77,1 persen), Melayu (75,4 persen), Sunda (74,7 persen), Batak (72,1 persen), sementara Minangkabau hanya 52,7 persen.

Sebetulnya angka 52,7 persen tingkat kepuasan etnis Minangkabau itu sudah jauh lebih tinggi dibandingkan hasil Pilpres 2024 lalu, di mana perolehan suara Prabowo-Gibran di Sumatera Barat, hanya 39,45 persen. Sementara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 56,53 persen.

Dan angka 52,7 persen tingkat kepuasan etnis Minangkabau terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf yang hanya mencapai angka 27,8 persen tahun 2021.

Artinya, tingkat kepuasan etnis Minangkabau terhadap kinerja Pemerintahan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Artinya, peluang Prabowo didukung etnis Minangkabau, khususnya di Sumatera Barat, seperti Pilpres 2014 dan 2019, sangat terbuka lebar. Meski Anies Baswedan kembali menjadi pesaing Prabowo di Pilpres 2029.

Etnis Minangkabau yang banyak melahirkan founding fathers dan mothers ini, selalu istimewa untuk disorot. Mereka dianggap yang paling objektif dan apa adanya dalam menilai terkait Pemerintahan. Tak ada istilah "tibo di mato dipiciangan, tibo di paruik dikampihan".

Kalau istilah netizen yang sangat marak saat ini adalah bukan penjilat. Tapi satu satu tentu ada juga. Hahaha....

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

Harga Emas Meroket di Tengah Perang Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 08:14

Bareskrim Tangkap Kurir Bandar Narkoba Koh Erwin di Riau

Senin, 02 Maret 2026 | 08:02

Serangan Balasan Iran Guncang Pasar Global, Futures Wall Street Anjlok

Senin, 02 Maret 2026 | 07:46

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

Senin, 02 Maret 2026 | 07:32

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 07:18

UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 07:04

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Polisi Terbitkan Dua DPO dalam Kasus Peredaran Narkoba di Bima

Senin, 02 Maret 2026 | 06:45

Telkom Solution Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Komunikasi Bisnis

Senin, 02 Maret 2026 | 06:29

Indonesia Seharusnya Punya Naluri Anti-Kolonialisme dan Imperialisme

Senin, 02 Maret 2026 | 05:51

Selengkapnya