Berita

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono. (Foto: Ilustrasi RMOL/Yudhistira Wicaksono)

Bisnis

Thomas Djiwandono Hanya Senyum kepada Wartawan Usai Dilantik

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Thomas Djiwandono memilih bungkam usai resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 pada Senin, 9 Februari 2026.

Saat dimintai keterangan oleh awak media di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Thomas tidak memberikan jawaban. Mantan politisi Gerindra itu hanya memberikan senyum dan melambaikan tangan sambil berjalan masuk ke dalam mobil.

Thomas Djiwandono resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI usai mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto.


Untuk diketahui, Thomas terpilih sebagai Deputi Gubernur BI setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR pada Senin 26 Januari 2026, mengalahkan dua kandidat berpengalaman di bank sentral, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro.

Thomas kemudian ditetapkan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPR ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 pada Selasa 27 Januari 2026.

Thomas menggantikan posisi Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2025. Juda sendiri telah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara pada Kamis, 5 Februari 2026.

Sebelumnya, Thomas sempat buka suara soal sentimen negatif publik atas kedekatannya dengan Presiden Prabowo. Menurutnya, ia tidak bisa menafikan kedekatan keluarga tersebut. Namun ia meminta publik untuk melihat rekam jejak dan latar belakang profesionalnya yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau soal latar belakang sebagai politisi atau kedekatan keluarga ya itu fakta. Saya enggak bisa bantah. Tapi tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," kata Tommy di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.

Selain itu, Thomas juga memastikan bahwa kehadirannya di bank sentral akan mempermudah proses komunikasi dengan pemerintah.

"Value added saya di BI juga sama dengan value added saya masuk ke Kemenkeu. Nah value added ini apa? Yang paling penting komunikasi," ujar Thomas.

Ia juga menegaskan bahwa independensi BI akan tetap dilakukan dan tidak berubah karena berjalan di bawah undang-undang.

"Kalau kita percaya bahwa undang-undang itu ada itu nggak bisa serta-merta tiba-tiba berubah gara-gara seorang seperti saya masuk tapi dari segi nilai tambahnya itu menurut saya justru itu memperkuat dari segi komunikasi dari segi misalnya ada yang perlu diklarifikasi atau apa ya disitulah peran saya selama di Kemenkeu, seperti itu saya rasa di BI juga akan seperti itu sekali lagi tanpa mengurangi independensi," tegasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya