Berita

Jeffrey Epstein (Foto: CNN)

Dunia

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Arsip terbaru perkara Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat memunculkan dugaan kontroversial. 

Dalam arsip yang menjadi bagian dari jutaan dokumen perkara Epstein, seorang informan FBI disebut meyakini adanya keterkaitan Epstein dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Dalam dokumen tersebut, seorang informan FBI yang bekerja secara penyamaran, atau dikenal sebagai confidential human source (CHS), dilaporkan meyakini bahwa Epstein adalah mata-mata Israel. 


Keyakinan itu muncul setelah informan mengumpulkan sejumlah informasi dari aktivitas komunikasi dan relasi Epstein dengan berbagai pihak berpengaruh.

Catatan pemerintah AS juga menyinggung pengakuan yang diklaim berasal dari pengacara Epstein, Alan Dershowitz. 

Informan menyebut Dershowitz pernah menyampaikan kepada Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida saat itu Alexander Acosta bahwa Epstein tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutunya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar yang memperkuat kecurigaan informan terhadap dugaan relasi Epstein dengan jaringan intelijen.

Dokumen itu turut mengungkap bahwa informan mengaku sempat mencatat percakapan telepon antara Epstein dan Dershowitz. 

Dikatakan bahwa Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawah bimbingannya.

"CHS membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein, di mana Dershowitz mencatat beberapa hal. Setelah panggilan tersebut, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan," bunyi dokumen tersebut, seperti dimuat Anadolu News, Senin, 9 Februari 2026. 

Lebih lanjut, dokumen itu menyinggung dinamika politik internal Israel, termasuk pandangan Mantan Perdana Menteri Ehud Barak yang disebut percaya Netanyahu adalah seorang penjahat.

Berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun, informan kemudian menyimpulkan Epstein kemungkinan merupakan agen Mossad yang direkrut di tengah rivalitas geopolitik regional.

Meski demikian, PM Netanyahu langsung membantah klaim tersebut. Dalam pernyataan publiknya, Netanyahu menegaskan bahwa Epstein tidak pernah bekerja untuk Israel, seraya menyatakan kedekatan Epstein dengan Ehud Barak tidak dapat dijadikan bukti keterlibatan dalam operasi intelijen negara tersebut.

Epstein sendiri ditemukan tewas di sel tahanannya di New York pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks. Sebelumnya, pada 2008, ia mengaku bersalah atas kasus penyediaan prostitusi anak di bawah umur. 

Namun putusan tersebut menuai kritik luas karena dianggap terlalu ringan, sementara para korban menuding Epstein menjalankan jaringan perdagangan seks yang melibatkan kalangan elite politik dan ekonomi global.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya