Berita

Ilustrasi Beda Hisab dan Hilal (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Beda Hisab dan Hilal untuk Menentukan Awal Ramadan 2026

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 17:11 WIB

Hilal dan hisab adalah dua metode yang sering digunakan untuk menetapkan kapan umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa, termasuk dalam penentuan awal Ramadan 2026. Pemahaman perbedaan hilal dan hisab penting diketahui agar masyarakat memahami alasan mengapa awal puasa bisa berbeda.

Secara umum, hilal merujuk pada metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit muda di langit setelah matahari terbenam. Sementara itu, hisab adalah metode perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi hilal sudah memungkinkan terlihat sebagai tanda masuknya bulan baru dalam kalender Hijriah.

Beda Hisab dan Hilal Penentu Awal Puasa 2026


Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), rukyat merupakan metode penentuan awal bulan Hijriah dengan cara mengamati hilal, yaitu bulan sabit tipis yang pertama kali tampak setelah terjadi ijtimak (konjungsi). Metode pengamatan hilal ini dapat dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu optik seperti teleskop.

Jika hilal terlihat, maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan baru. Keberhasilan pengamatan hilal sangat dipengaruhi oleh kondisi langit, cuaca, serta jarak sudut antara bulan dan matahari yang menentukan tingkat visibilitas hilal.

Berdasarkan kriteria Danjon, hilal umumnya dapat terlihat dengan mata telanjang apabila jarak sudut bulan dan matahari mencapai minimal sekitar 7 derajat. Pengamatan hilal biasanya menggunakan alat optik untuk meningkatkan ketepatan hasil rukyat karena kondisi atmosfer dan cuaca sering menjadi kendala.

Di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan rukyat sebagai pedoman utama penentuan awal bulan Hijriah. Metode rukyat ini terbagi dalam beberapa cara, yaitu:
  1. Kasatmata telanjang (bil fi’li), yaitu hilal terlihat tanpa alat bantu
  2. Kasatmata teleskop, yaitu hilal hanya terlihat dengan bantuan teleskop
  3. Kasat-citra, yaitu hilal terdeteksi melalui kamera atau sensor optik
Meski mengutamakan rukyat, NU tetap menggunakan hisab sebagai alat bantu untuk memperkirakan waktu dan lokasi terbaik dalam melakukan pengamatan hilal. Dengan begitu, metode hisab dan rukyat dapat saling melengkapi dalam penentuan awal Ramadan.

Sementara itu, hisab secara bahasa berarti “menghitung”. Dikutip dari buku Pedoman Hisab Muhammadiyah Cetakan Kedua (2009), istilah hisab berasal dari bahasa Arab al hisab yang berarti perhitungan atau pemeriksaan. Dalam konteks fikih, hisab berkaitan dengan penentuan waktu ibadah, termasuk penentuan awal bulan Hijriah.

Metode hisab menggunakan perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi benda langit tanpa verifikasi langsung melalui rukyat hilal. Melalui hisab, umat Islam dapat memprediksi posisi geometris bulan dan matahari untuk menentukan penjadwalan ibadah, seperti waktu salat, awal Puasa 2026, Idufitri, hingga penentuan musim haji.

MUI menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama berasal dari ijtihad ulama. Oleh karena itu, tidak ada yang salah dari penggunaan metode hisab maupun rukyat, karena keduanya merupakan bagian dari upaya ilmiah dan keagamaan dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya