Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street menunjukkan penguatan solid di seluruh indeks utama, dengan Dow Jones Industrial Average mencetak sejarah menembus level 50.000 untuk pertama kalinya. 

Dikutip dari Reuters, Sabtu 7 Februari 2026, pada penutupan Jumat, pergerakan saham  Dow Jones melonjak 2,47 persen ke level 50.115,67, S&P 500 naik 1,97 persen menjadi 6.932,30, sementara Nasdaq menguat 2,18 persen ke 23.031,21. 

Kenaikan ini didorong lonjakan saham chip dan teknologi, meski Amazon justru tertekan akibat rencana kenaikan belanja modal yang agresif.


Saham Amazon turun 5,6 persen setelah perusahaan mengumumkan peningkatan belanja infrastruktur AI lebih dari 50 persen tahun ini, menyusul langkah serupa dari Alphabet. Namun, kabar tersebut justru menjadi katalis positif bagi produsen semikonduktor.

Nvidia, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, melonjak 7,8 persen. Advanced Micro Devices (AMD) melesat 8,3 persen, Broadcom naik 7,1 persen, dan indeks semikonduktor PHLX menguat 5,7 persen. Investor menilai perusahaan-perusahaan chip akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari ekspansi pusat data AI.

Penguatan ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq sempat melemah selama tiga hari berturut-turut akibat kekhawatiran valuasi saham AI yang dinilai sudah mahal. Meski demikian, analis menilai permintaan terhadap teknologi AI masih sangat kuat.

“Pasar memang bergejolak, tapi ada bukti nyata bahwa permintaan produk AI terus tumbuh dan membutuhkan investasi besar,” ujar Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird.

Sektor perangkat lunak juga mulai pulih. Saham CrowdStrike dan Palantir masing-masing naik lebih dari 4 persen, sementara indeks S&P 500 Software & Services menguat 2,4 persen, mengakhiri tren turun tujuh hari berturut-turut.
Secara mingguan, Dow Jones mencatat kenaikan 2,5 persen, sementara S&P 500 turun tipis 0,1 persen dan Nasdaq melemah 1,9 persen. 

Di sisi emiten, saham Molina Healthcare anjlok 25,5 persen setelah proyeksi laba 2026 mengecewakan. Sebaliknya, Roblox melonjak hampir 10 persen usai memproyeksikan pendapatan fiskal 2026 di atas ekspektasi pasar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya