Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekspor Nasional Diproyeksi Sumbang 22 Persen Terhadap PDB 2026

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan menatap tahun 2026 dengan optimisme yang terukur melalui proyeksi pertumbuhan ekspor di kisaran 5,3 persen hingga 6,9 persen. 

Angka ini mencerminkan target nilai ekspor barang yang diprediksi menyentuh angka 298,02 miliar Dolar AS hingga 302,55 miliar Dolar AS. 

Jika ditambah dengan sektor jasa yang diperkirakan menyumbang 43,61 miliar Dolar AS, maka total kekuatan ekspor Indonesia berpotensi menembus 346,16 miliar Dolar AS, atau berkontribusi lebih dari 22 persen terhadap PDB nasional.


Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat, Jumat 6 Februari 2026, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa meskipun angka outlook tersebut terlihat moderat, pemerintah tetap menyimpan ambisi besar di balik layar.

"Tahun depan ini outlook atau perkiraan kita bahwa ekspor kita akan tumbuh 5,3 persen sampai 6,9 persen. Namun, kita optimistis bahwa kita bisa melampaui itu,” ujar Budi.

Penetapan target yang lebih konservatif dibandingkan rencana awal sebesar 7,09 persen ini sengaja dilakukan sebagai langkah realistis dalam menghadapi dinamika pasar global yang sulit ditebak. Namun, pria yang akrab disapa Busan ini menegaskan bahwa tim internal Kemendag tetap memacu kinerja agar bisa melampaui angka-angka di atas kertas. 

Strategi utamanya adalah dengan memaksimalkan perjanjian dagang internasional dan menggerakkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri sebagai ujung tombak.

“Namun, kita harus optimistis bahwa capaian-capaian yang lebih tinggi dari outlook ini bisa kita lakukan. Tentu dengan segala macam cara, termasuk seperti perjanjian dagang dan juga instrumen teman-teman perwakilan kita yang ada di luar negeri,” tegasnya.

Jika menilik ke belakang, performa ekspor Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 282,91 miliar Dolar AS. Meski angka ini tumbuh 6,15 persen, realisasinya memang masih berada sedikit di bawah target awal 7,1 persen. 

Menariknya, pertumbuhan tersebut banyak ditopang oleh sektor nonmigas yang melonjak kuat sebesar 7,66 persen, sementara sektor migas justru mengalami tekanan cukup dalam. Pengalaman tahun lalu inilah yang menjadi fondasi bagi Kemendag untuk meramu strategi ekspor yang lebih lincah dan berdaya saing di tahun ini.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya