Berita

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir. (Foto: Podcast Gita Wirjawan)

Bisnis

Danantara Dukung BEI Lebih Transparan dan Berstandar Global

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah bersiap mengambil peran baru di panggung pasar modal Indonesia. Begitu proses demutualisasi tuntas, superholding ini berencana resmi menjadi salah satu pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Perubahan status BEI dari organisasi milik anggota bursa menjadi perusahaan yang kepemilikannya lebih terbuka inilah yang memberikan karpet merah bagi Danantara untuk masuk sebagai pemilik.

Meski Danantara bakal menjadi pemegang saham, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, memastikan tidak akan ada benturan kepentingan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pandu menekankan adanya garis tegas antara peran OJK sebagai pengawas dan Danantara sebagai investor yang mencari profit.


Baginya, ada batasan yang sangat jelas, OJK bertindak sebagai wasit atau regulator, sementara Danantara datang sebagai investor yang fokus pada nilai ekonomi.

"BEI adalah bursa, tempat run for profit, sedangkan tugas Danantara menjadi shareholder. Adapun bila demutualisasi terjadi, kita akan jadi pemain pasar," ungkap Pandu di Jakarta, dikutip Sabu 7 Februari 2026. 

Transformasi BEI ini sebenarnya bukan hal asing di kancah global. Langkah profesionalisme ini sudah lebih dulu dilakukan oleh bursa-bursa besar di Hong Kong, Australia, dan Singapura. 

Bagi Danantara sendiri, masuk ke bursa adalah strategi cerdas untuk menjaga likuiditas. Semakin sehat pasar modal kita, semakin banyak investasi yang masuk, yang ujung-ujungnya akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Meski begitu, Pandu memberikan catatan penting soal transparansi. Ia mengingatkan bahwa sempat dibekukannya indeks saham Indonesia oleh MSCI akibat isu free float harus menjadi teguran bagi pasar domestik. Danantara mendorong BEI agar lebih kompetitif di tingkat dunia dengan syarat utama: harus lebih likuid dan transparan.

Pandu menekankan bahwa regulator harus lihai mencari jalan tengah agar pasar kita tetap ramah bagi perusahaan yang ingin melantai (issuer friendly) sekaligus aman bagi para pemodal (investor friendly). Respon cepat regulator dalam menangani isu akuntabilitas baru-baru ini pun diapresiasi karena mampu menjaga kepercayaan investor institusional seperti Danantara.

"Kita semua menghadapi risiko pasar yang sama, karena itu kami sangat concern mengenai kemungkinan pasar kita kehilangan likuiditas, karena akan makin susah bagi kami berinvestasi. Likuiditas ini sangat penting bagi investor institusional, karena pada akhirnya itu yang akan mendorong performa dan likuiditas untuk bursa efek," jelas Pandu.

Ke depan, strategi Danantara akan terbagi dalam dua jalur. Mereka akan bermain di pasar publik untuk mengejar likuiditas, namun tetap agresif di pasar privat demi melahirkan benih-benih bisnis baru yang potensial.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya